Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Informasi Geospasial (BIG) menargetkan pemetaan wilayah terdampak banjir di 52 kabupaten/kota di Sumatra hingga tahun 2028. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di daerah-daerah yang rentan terhadap banjir. Proyek pemetaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi risiko bencana dan meningkatkan keselamatan masyarakat.
Kepala BIG, Hasanuddin Zainal Abidin, menjelaskan bahwa pemetaan ini akan dilakukan secara bertahap. “Kami berencana menyelesaikan pemetaan ini dalam kurun waktu lima tahun ke depan,” ujarnya. Proses pemetaan akan melibatkan teknologi geospasial terkini untuk memastikan data yang akurat dan dapat diandalkan. Data ini nantinya akan digunakan oleh pemerintah daerah untuk merencanakan langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif.
Selain itu, BIG juga akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan bahwa hasil pemetaan dapat diimplementasikan dengan baik. “Kerja sama lintas sektor sangat penting dalam proyek ini,” tambah Hasanuddin. Dengan adanya data pemetaan yang komprehensif, diharapkan pemerintah daerah dapat lebih siap dalam menghadapi potensi banjir di masa mendatang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana. BIG berencana untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat di daerah-daerah yang telah dipetakan. “Kami ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi,” tutup Hasanuddin.






