Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Kumperindag) Provinsi Gorontalo memastikan bahwa kenaikan harga daging ayam broiler di pasaran, yang saat ini mencapai Rp55.000 hingga Rp60.000 per ekor, masih dalam kategori normal. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Ishak Salandra, setelah melakukan pemantauan di pasar tradisional dan retail modern di Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kabupaten Gorontalo pada Rabu (29/7/2026).
Ishak Salandra menjelaskan bahwa lonjakan harga tersebut dipicu oleh peningkatan permintaan yang sejalan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta banyaknya kegiatan hajatan dan syukuran masyarakat selama bulan Safar 1448 Hijriah. “Kenaikan harga ini masih dalam batas wajar mengingat tingginya permintaan,” ujar Ishak Salandra.
Selain daging ayam broiler, harga komoditas pangan lainnya relatif stabil. Cabai rawit dijual pada kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram, dan bawang putih berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Untuk mencegah gejolak harga lebih lanjut, Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo berencana melakukan investigasi mendalam terhadap jalur distribusi pangan.
“Kami akan melakukan investigasi untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan tidak ada hambatan yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut,” kata Ishak. (mcgorontaloprov/inez)















