Highlight Berita Cuaca Besok Selasa 28 Juli 2026 di Sulawesi, Cek Makassar, Mamuju, Kendari, hingga Manado Hujan Lebat Mengancam Wilayah Selatan:
Headline.co.id, Jakarta ~ Cuaca besok, Selasa, 28 Juli 2026, di sejumlah kota besar Sulawesi diprakirakan bervariasi antara hujan sedang, cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal. Mamuju menjadi kota yang berpotensi mengalami hujan sedang, sedangkan Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, dan Manado diprediksi berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Di tengah prakiraan tersebut, masyarakat di Sulawesi Selatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan karena terdapat potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sebagian wilayah provinsi itu.
Informasi cuaca besok tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang akan bekerja, bepergian, berwisata, atau melakukan kegiatan di ruang terbuka. Meski Makassar tidak disebut secara khusus mengalami hujan dalam prakiraan kota besar, peringatan cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan tetap perlu diperhatikan karena kondisi hujan dapat berbeda antarkabupaten dan kota.
Bagi masyarakat yang mencari informasi cuaca besok hujan atau panas di Sulawesi, kondisi di setiap kota tidak sama. Mamuju diprakirakan mengalami hujan sedang, sementara kota-kota lain lebih banyak menghadapi tutupan awan dengan tingkat berbeda.
Sulawesi Selatan Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Sulawesi Selatan menjadi wilayah dengan potensi cuaca paling signifikan pada Selasa, 28 Juli 2026. Dalam pembaruan informasi cuaca, masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
“Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Sulawesi Selatan,” kata Nazmi dalam penyampaian informasi cuaca yang berlaku Selasa, 28 Juli 2026.
Peringatan tersebut berlaku untuk wilayah Sulawesi Selatan secara umum dan tidak hanya berpatokan pada prakiraan cuaca di Kota Makassar. Kondisi cuaca dapat berbeda antara kawasan pesisir, dataran rendah, pegunungan, dan wilayah kabupaten di bagian selatan Sulawesi.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan genangan, banjir, longsor, atau berada di sekitar aliran sungai perlu memperhatikan perkembangan kondisi langit. Hujan lebat yang berlangsung dalam waktu tertentu dapat meningkatkan volume air dan membuat jalan lebih licin.
Pengendara juga perlu menyesuaikan kecepatan ketika hujan mulai turun. Jarak aman dengan kendaraan lain harus dijaga karena visibilitas dapat menurun dan risiko kecelakaan meningkat saat permukaan jalan basah.
Kegiatan di ruang terbuka sebaiknya disesuaikan apabila awan gelap mulai terbentuk. Masyarakat dapat memilih lokasi berlindung yang aman dan menghindari pohon besar, papan reklame, serta bangunan yang tidak kokoh apabila hujan disertai angin kencang.
Makassar Diprakirakan Berawan
Makassar diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal pada Selasa, 28 Juli 2026. Tidak terdapat penyebutan khusus mengenai hujan ringan, sedang, maupun hujan petir untuk Kota Makassar dalam prakiraan kota besar yang disampaikan.
Meski demikian, warga Makassar tetap perlu memperhatikan peringatan hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah Sulawesi Selatan. Prakiraan kota besar menggambarkan kondisi umum, sedangkan cuaca dapat berubah dan tidak selalu berlangsung merata di seluruh wilayah.
Bagi masyarakat yang akan beraktivitas pada cuaca besok siang, payung tetap dapat disiapkan untuk mengantisipasi terik matahari maupun perubahan cuaca. Kondisi berawan tebal juga dapat berkembang lebih lanjut apabila pertumbuhan awan hujan meningkat.
Masyarakat yang merencanakan perjalanan dari Makassar menuju kabupaten lain di Sulawesi Selatan disarankan memperhatikan kondisi sepanjang rute. Perubahan cuaca dapat terjadi ketika memasuki wilayah dengan karakter geografis yang berbeda.
Mamuju Berpotensi Hujan Sedang
Mamuju menjadi satu-satunya kota besar di Sulawesi yang secara khusus diprakirakan mengalami hujan sedang dalam pembaruan cuaca tersebut. Kondisi ini perlu diperhatikan masyarakat Sulawesi Barat, khususnya mereka yang memiliki kegiatan di luar ruangan.
Hujan sedang berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas, terutama pada ruas jalan yang memiliki sistem drainase terbatas. Pengendara sepeda motor disarankan membawa jas hujan dan tidak berteduh di bawah pohon besar.
Masyarakat juga perlu mewaspadai penurunan jarak pandang ketika hujan berlangsung. Lampu kendaraan dapat dinyalakan sesuai kebutuhan dan kecepatan harus disesuaikan dengan kondisi jalan.
Hujan sedang juga dapat memengaruhi kegiatan masyarakat di pasar, pelabuhan, terminal, kawasan perkantoran, serta lokasi pendidikan. Penyesuaian waktu perjalanan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjebak hujan.
Kendari, Palu, Gorontalo, dan Manado Berawan
Selain Makassar, cuaca besok di Kendari, Palu, Gorontalo, dan Manado diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal.
Kendari diprediksi menghadapi tutupan awan yang bervariasi sepanjang hari. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Palu, Gorontalo, dan Manado.
Meskipun kota-kota tersebut tidak disebut mengalami hujan dalam prakiraan utama, masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan kondisi langit. Awan tebal dapat muncul pada waktu tertentu dan memengaruhi suhu maupun pencahayaan alami.
Berikut gambaran prakiraan cuaca di sejumlah kota besar Sulawesi:
- Makassar: cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal
- Mamuju: hujan sedang
- Kendari: cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal
- Palu: cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal
- Gorontalo: cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal
- Manado: cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal
Daftar tersebut menunjukkan bahwa hujan sedang lebih terkonsentrasi di Mamuju. Sementara itu, kota-kota lainnya diprakirakan didominasi kondisi berawan.
Konvergensi Terbentuk di Selat Makassar dan Gorontalo
Dinamika atmosfer menjadi salah satu faktor yang memengaruhi cuaca besok di Sulawesi. Daerah perlambatan angin atau konvergensi diprakirakan terbentuk di Selat Makassar bagian selatan dan Gorontalo.
Nazmi menjelaskan bahwa daerah konvergensi juga terbentuk di sejumlah wilayah lain di Indonesia, termasuk Kalimantan, Sumatera, dan perairan sekitarnya.
“Daerah perlambatan angin atau konvergensi lain terbentuk di Selat Malaka, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Samudra Hindia barat Bengkulu, pesisir selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Selat Makassar bagian selatan, dan Gorontalo,” ujarnya.
Daerah konvergensi merupakan kawasan tempat angin mengalami perlambatan dan berkumpul. Kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalurnya.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik dan sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” kata Nazmi.
Keberadaan konvergensi di Selat Makassar bagian selatan menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati masyarakat di Sulawesi Selatan. Sementara itu, jalur konvergensi di Gorontalo dapat meningkatkan pertumbuhan awan di wilayah sekitarnya meski prakiraan kota menunjukkan kondisi berawan.
Masyarakat Diminta Menyiapkan Aktivitas
Cuaca besok di Sulawesi menunjukkan perbedaan kondisi antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Mamuju diprakirakan mengalami hujan sedang, sedangkan Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, dan Manado cenderung cerah berawan hingga berawan tebal.
Kewaspadaan paling tinggi diperlukan di Sulawesi Selatan karena terdapat potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sebagian wilayahnya. Warga tidak disarankan hanya berpatokan pada kondisi cuaca di Makassar karena hujan dapat terjadi di kabupaten lain.
Masyarakat yang melakukan perjalanan pada Selasa, 28 Juli 2026, disarankan membawa payung atau jas hujan. Kondisi kendaraan, ban, rem, dan lampu juga perlu diperiksa sebelum perjalanan.
Prakiraan cuaca besok hujan atau panas di Sulawesi memperlihatkan tutupan awan lebih dominan di kota-kota besar. Namun, potensi hujan sedang di Mamuju dan hujan lebat hingga sangat lebat di Sulawesi Selatan tetap harus menjadi perhatian utama agar aktivitas dapat dilakukan dengan lebih aman.















