Headline.co.id, Pontianak ~ Pemerintah Kota Pontianak berupaya meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah dengan menambah armada dan kontainer baru. Tahun ini, Pemkot Pontianak telah menambah dua dump truk dan 20 kontainer sampah baru, serta memperbaiki enam kontainer yang ada. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kebersihan kota.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan bahwa penanganan sampah adalah tanggung jawab utama pemerintah kota. Kota Pontianak telah meraih sertifikat Adipura, namun masih ada area yang memerlukan perhatian lebih, terutama di kawasan pasar. “Masalah sampah ini menjadi konsen kami. Kami berusaha untuk menjaga Kota Pontianak bersih, dan itu sudah dilakukan,” ujarnya pada Kamis (23/7/2026).
Menanggapi foto kontainer sampah yang rusak, Edi menjelaskan bahwa kontainer tersebut sedang dalam perjalanan ke bengkel Dinas Lingkungan Hidup di Jalan Kebangkitan Nasional untuk diperbaiki. Kontainer sampah memang rentan rusak karena sering mengangkut sampah dengan kadar asam tinggi, yang mempercepat korosi. “Kontainer ini membawa sampah yang kadar asamnya tinggi. Jadi tingkat korosifnya cepat, bahkan lebih dari dua tahun saja sudah bisa berkarat dan memerlukan perbaikan supaya tidak keropos,” jelasnya.
Pemkot Pontianak saat ini memiliki sekitar 109 unit kontainer sampah. Jumlah ini akan terus ditambah dan diperbaiki secara bertahap untuk meningkatkan pelayanan. “Kita ada 109 kontainer dan akan terus tambah. Saya berkomitmen menjadikan kontainer bersih, jadi tidak ada alasan rusak,” tegas Edi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, menegaskan bahwa peningkatan kinerja dalam penanganan sampah memerlukan dukungan masyarakat. “DLH Kota Pontianak terus berupaya meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah agar lebih optimal. Komitmen ini kami wujudkan melalui peningkatan kinerja serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai,” katanya.
Usmulyono juga mengapresiasi dukungan Wali Kota yang mengalokasikan anggaran untuk pengadaan armada dan fasilitas pengelolaan sampah. Pemkot Pontianak telah menutup tempat pemrosesan akhir (TPA) lama yang menggunakan sistem open dumping dan membangun TPA baru dengan sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.
Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam keberhasilan pengelolaan sampah. DLH Kota Pontianak mengimbau warga untuk membuang sampah di tempat penampungan sementara (TPS) yang disediakan, mematuhi jadwal pembuangan sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan. “Kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Pontianak yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni,” tutupnya.















