Headline.co.id, Kutai Timur ~ Polda Kalimantan Timur (Kaltim) terus berkomitmen dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pengawasan ketat terhadap program peternakan sapi di kawasan Industrial Farming Pit J. Lokasi ini terletak di lahan pascatambang PT Kaltim Prima Coal (KPC), Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Tim Supervisi Itwasda Polda Kaltim, yang dipimpin oleh Kombes Pol. Yudhi Suhariyadi, bersama AKP Adiyaksa dan Brigpol Jemni Jumli, melakukan kunjungan langsung untuk memeriksa fasilitas peternakan sapi yang menjadi bagian dari program unggulan Polres Kutai Timur.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kandang, kesehatan ternak, ketersediaan pakan, kebersihan lingkungan, serta sistem pengelolaan yang diterapkan oleh kelompok tani pengelola. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai target dan memberikan hasil yang berkelanjutan. Kawasan Industrial Farming di Kutim dinilai sebagai contoh sukses pemanfaatan lahan pascatambang menjadi area produktif yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kombes Pol. Yudhi Suhariyadi menegaskan pentingnya program ketahanan pangan yang dijalankan Polri agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Program ini bukan hanya soal meningkatkan produksi peternakan, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dalam mengelola sektor pangan. Kami ingin memastikan setiap potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang berkesinambungan,” jelas Kombes Pol. Yudhi Suhariyadi pada Selasa (2/6/26).
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menambahkan bahwa supervisi dari Itwasda Polda Kaltim merupakan bagian dari evaluasi dan penguatan program agar kegiatan yang telah berjalan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang. “Melalui supervisi ini kami memperoleh berbagai masukan untuk meningkatkan pengelolaan program. Kehadiran tim dari Polda Kaltim menjadi motivasi bagi seluruh pengelola untuk terus menjaga kualitas peternakan dan meningkatkan produktivitas yang telah dicapai,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Menurut AKBP Fauzan, sektor peternakan sapi menjadi fokus pengembangan karena memiliki potensi besar dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok tani yang terlibat. Selain meninjau sarana peternakan, tim supervisi juga berdialog dengan para pengelola mengenai tantangan dan kebutuhan yang dihadapi di lapangan. Aspek-aspek seperti pemeliharaan ternak, manajemen pakan, hingga strategi pengembangan usaha menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.
Saat ini, kawasan Industrial Farming yang dikembangkan Polres Kutai Timur terus menunjukkan perkembangan positif. Program ini mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan produktif yang diharapkan mampu menjadi model pengembangan ketahanan pangan berbasis pemanfaatan lahan pascatambang di Kalimantan Timur. Dengan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, program Industrial Farming di Kutai Timur diyakini akan semakin berkembang dan menjadi salah satu kontribusi nyata Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.






















