Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dalam layanan perizinan dalam waktu enam bulan ke depan. Langkah ini diambil untuk memperbaiki sistem perizinan yang selama ini dinilai kurang transparan dan efisien. Menteri Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, menyatakan bahwa upaya ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang lebih luas di kementeriannya.
Dalam pernyataannya, Siti Nurbaya menekankan pentingnya transparansi sebagai kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. “Kami ingin memastikan bahwa setiap proses perizinan dapat diakses dan dipantau oleh publik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sistem baru ini akan memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah akses informasi dan mempercepat proses perizinan.
Kementerian Kehutanan juga berencana untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses ini, termasuk masyarakat sipil dan sektor swasta. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang dibangun dapat memenuhi kebutuhan semua pihak yang berkepentingan. “Kami akan mengadakan konsultasi publik dan menerima masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan sistem ini,” kata Siti Nurbaya.
Sebagai langkah awal, Kementerian Kehutanan akan melakukan audit terhadap sistem perizinan yang ada saat ini. Audit ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan area yang perlu diperbaiki. Setelah itu, kementerian akan menyusun rencana aksi yang jelas dan terukur untuk mencapai target transparansi dalam enam bulan. “Kami berkomitmen untuk membuat perubahan nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutup Siti Nurbaya.


















