Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Piala Dunia 2026 tidak hanya mencetak sejarah di lapangan, tetapi juga dari sisi bisnis. FIFA berhasil membukukan pendapatan sebesar US$15,2 miliar atau sekitar Rp246,2 triliun (dengan kurs Rp16.200 per dolar AS) selama berlangsungnya turnamen tersebut. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia, hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan edisi sebelumnya di Qatar pada tahun 2022.
Peningkatan pendapatan ini didorong oleh bertambahnya jumlah pertandingan menjadi 104 laga, serta peningkatan nilai hak siar, sponsor, dan penjualan tiket. Faktor tuan rumah yang melibatkan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko juga memberikan dampak besar terhadap nilai komersial turnamen ini. Sebagian besar dari pendapatan tersebut akan dialokasikan oleh FIFA untuk mendukung pengembangan sepak bola dunia melalui bantuan kepada asosiasi nasional.
Dengan bertambahnya jumlah pertandingan, FIFA memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan dari berbagai sektor. Hak siar, sponsor, dan penjualan tiket menjadi sumber pemasukan terbesar dalam turnamen ini.


















