Headline.co.id, Verona ~ Hellas Verona bersama ribuan warga melepas kepergian Osvaldo Bagnoli dalam upacara pemakaman di Basilika San Zeno, Verona, Italia, Selasa, 21 Juli 2026. Penghormatan terakhir digelar untuk mengenang mantan pelatih yang membawa klub meraih Scudetto musim 1984-1985 dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola kota tersebut. Prosesi berlangsung dengan keterlibatan keluarga, perwakilan klub, mantan pemain, otoritas setempat, dan masyarakat. Besarnya jumlah pelayat membuat penyelenggara menyiapkan pengaturan khusus agar prosesi dapat diikuti dari dalam maupun luar basilika.
Hellas Verona juga menyiarkan rangkaian pemakaman melalui kanal YouTube dan situs resmi klub sehingga pendukung yang tidak berada di Verona tetap dapat mengikuti penghormatan tersebut. Siaran itu menjadi bagian dari upaya klub mendokumentasikan perpisahan dengan Bagnoli, yang meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kehadiran layanan daring melengkapi layar besar yang disiapkan di sekitar lokasi karena kapasitas tempat ibadah terbatas.
Penghormatan kepada tokoh Hellas Verona itu tidak berhenti pada prosesi pemakaman. Sejumlah laporan terbaru menyebut masyarakat setempat juga menyiapkan monumen untuk mengabadikan jasa Bagnoli. Hingga berita ini disusun, rincian mengenai bentuk, lokasi final, dan jadwal pembangunan monumen belum diumumkan secara lengkap sehingga rencana tersebut masih perlu menunggu keterangan lanjutan.
Ribuan Warga Mengikuti Penghormatan Terakhir
Upacara pemakaman berlangsung pada pukul 15.00 waktu setempat di Basilika San Zeno dan dipimpin Uskup Verona, Monsinyur Domenico Pompili. Pemerintah kota sebelumnya memperkirakan ribuan orang akan datang sehingga akses lalu lintas di sekitar Piazza San Zeno diatur sejak beberapa jam sebelum prosesi. Hari pemakaman juga ditetapkan sebagai hari berkabung kota sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang dinilai telah menandai sejarah olahraga Verona.
Pengelola basilika membagi tempat bagi keluarga, perwakilan klub, pemain, staf, otoritas, jurnalis, dan masyarakat. Layar besar di luar bangunan membantu warga mengikuti jalannya upacara ketika kapasitas di dalam basilika telah terpenuhi. Pengaturan tersebut memperlihatkan bahwa kepergian Bagnoli tidak hanya dipandang sebagai kehilangan bagi sebuah klub, tetapi juga sebagai peristiwa penting bagi komunitas kota.
Rangkaian penghormatan dilakukan dengan tetap memperhatikan sifat upacara keagamaan. Dokumentasi dari dalam basilika dikoordinasikan oleh layanan komunikasi Keuskupan Verona, sedangkan materi siaran disalurkan untuk kebutuhan layar luar dan peliputan. Langkah ini memungkinkan masyarakat mengikuti prosesi tanpa mengganggu keluarga dan jalannya liturgi.
Skuad Hellas Verona dan Para Legenda Hadir
Hellas Verona hadir sebagai satu kesatuan dalam prosesi tersebut. Skuad utama, tim pelatih, staf, dan jajaran manajemen meninggalkan agenda pemusatan latihan untuk memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah pemain dari tim juara 1984-1985 juga datang, menegaskan kuatnya ikatan antara Bagnoli dan generasi yang mencatat pencapaian terbesar klub.
Kehadiran pemain lama dan tim saat ini mempertemukan dua generasi dalam satu ruang penghormatan. Para mantan pemain membawa ingatan langsung tentang kepemimpinan Bagnoli, sedangkan skuad masa kini mewakili kesinambungan identitas klub. Di tengah suasana duka, pertemuan tersebut memperlihatkan bagaimana satu periode sejarah tetap menjadi rujukan bagi Hellas Verona hingga puluhan tahun kemudian.
Klub tidak menyampaikan kutipan langsung dalam bahan yang tersedia mengenai jalannya upacara. Namun, melalui keterangan resmi tentang penayangan pemakaman, Hellas Verona memastikan akses publik terhadap prosesi dan menempatkan perpisahan dengan Bagnoli sebagai agenda penting bagi seluruh komunitas pendukung.
Bagnoli Membawa Verona Meraih Scudetto Bersejarah
Bagnoli menangani Verona selama sembilan musim, dari 1981 hingga 1990. Ia lebih dahulu membawa tim kembali ke Serie A sebelum mengantar klub menjuarai kompetisi tertinggi Italia pada musim 1984-1985. Gelar itu tercatat sebagai Scudetto pertama sekaligus satu-satunya dalam sejarah Hellas Verona.
Selain Scudetto, periode kepelatihannya juga mencakup dua posisi keempat di liga, dua final Coppa Italia, dan tiga penampilan di kompetisi Eropa. Verona mencapai perempat final Piala UEFA pada musim 1987-1988. Rangkaian hasil tersebut menjelaskan mengapa Bagnoli dikenang bukan hanya karena satu trofi, melainkan karena membangun fase paling kompetitif dalam perjalanan klub.
Hubungan Bagnoli dengan Verona juga berlangsung di luar perannya sebagai pelatih. Ia pernah mengenakan seragam klub sebagai pemain pada akhir dekade 1950-an dan kemudian ditetapkan sebagai presiden kehormatan. Kedekatan panjang itu memperkuat posisinya sebagai figur yang menyatukan sejarah lapangan, ruang ganti, dan identitas kelembagaan.
Rencana Monumen Menjaga Warisan Bagnoli
Rencana pembangunan monumen muncul di tengah penghormatan publik setelah pemakaman. Gagasan tersebut diarahkan untuk menyediakan penanda fisik yang dapat menjaga ingatan terhadap pelatih pembawa Scudetto. Monumen juga dipandang sebagai cara menghubungkan generasi pendukung yang menyaksikan langsung kejayaan 1985 dengan generasi baru yang mengenalnya melalui sejarah klub.
Meski rencana itu telah diberitakan, informasi mengenai desain, pembiayaan, pengelola, dan waktu peresmian belum tersedia secara lengkap. Karena itu, statusnya masih berupa rencana penghormatan dan belum dapat disebut sebagai proyek yang telah selesai. Kepastian berikutnya bergantung pada pengumuman pihak yang menangani pembangunan dan koordinasi dengan otoritas setempat.
Setelah ribuan warga memenuhi kawasan San Zeno, perhatian kini beralih pada bentuk penghormatan jangka panjang bagi Bagnoli. Hellas Verona telah menutup rangkaian perpisahan resmi melalui pemakaman dan siaran publik, sementara detail monumen menjadi perkembangan lanjutan yang masih ditunggu.

















