Headline.co.id, Bantul ~ Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menindak tegas setiap pelaku kejahatan jalanan di Kabupaten Bantul. Pernyataan itu disampaikan menyusul pengungkapan kasus pengeroyokan bersenjata tajam terhadap seorang pelajar di wilayah Sanden pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi telah menangkap empat terduga pelaku dan menyita sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Penindakan dilakukan melalui penyelidikan gabungan Polsek Sanden, Satreskrim Polres Bantul, dan Polsek Srandakan berdasarkan laporan korban serta keterangan saksi.
Bayu mengatakan kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat. Setiap kasus kejahatan jalanan akan ditangani secara profesional sesuai proses hukum yang berlaku.
“Kami pastikan setiap pelaku kejahatan jalanan akan kami tindak tegas sesuai proses hukum yang berlaku. Jangan coba-coba melakukan aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bantul. Kami akan bertindak cepat dan terukur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Bayu.
Menurutnya, penggunaan senjata tajam dalam aksi kekerasan merupakan ancaman serius bagi keselamatan warga. Kepolisian akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap pengeroyokan, tawuran, maupun konvoi yang mengarah pada tindak pidana.
Empat Terduga Pelaku Diamankan
Pernyataan Kapolres Bantul tersebut disampaikan setelah polisi mengungkap pengeroyokan terhadap pelajar berinisial R.S.P. (16), warga Srigading, Sanden, Bantul. Empat terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial ASA (17), FNS (17), DBK alias D (18), dan AKPP (17).
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan pengungkapan kasus dilakukan setelah penyidik menerima laporan pada 12 Juli 2026. Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Sanden langsung melakukan penyelidikan yang dibackup oleh Opsnal Satreskrim Polres Bantul dan Unit Reskrim Polsek Srandakan. Dari hasil penyelidikan tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku beserta keberadaannya, kemudian langsung dilakukan pengamanan untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Rita.
Keempat terduga pelaku telah menjalani pemeriksaan di Polsek Sanden. Berdasarkan pemeriksaan awal, mereka mengakui keterlibatan dalam peristiwa kekerasan tersebut sesuai dengan peran masing-masing.
“Dari hasil pemeriksaan, para terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam peristiwa kekerasan terhadap korban sesuai dengan peran masing-masing,” ujar Rita.
Korban Dijatuhkan dari Sepeda Motor
Peristiwa pengeroyokan bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya mengendarai sepeda motor menuju wilayah Ngepet, Srigading, untuk berkumpul dengan teman-temannya. Mereka kemudian mendapatkan informasi bahwa sebelumnya terdapat rombongan pengendara sepeda motor yang melintas ke arah utara.
Korban bersama teman-temannya selanjutnya bergerak mencari rombongan tersebut. Setibanya di kawasan Perempatan Jembatan Merah, rombongan korban berpapasan dengan sekitar 20 orang yang mengendarai kurang lebih 10 sepeda motor.
“Sesampainya di kawasan Perempatan Jembatan Merah, rombongan korban berpapasan dengan sekitar 20 orang yang mengendarai kurang lebih 10 sepeda motor. Salah satu teman korban memilih berbelok karena merasa takut, sedangkan korban tetap melanjutkan perjalanan sebelum akhirnya berbalik arah,” jelas Rita.
Ketika korban kembali menuju arah selatan, rombongan terduga pelaku menyusul dari belakang. Salah seorang pelaku kemudian menendang bagian belakang sepeda motor korban hingga korban terjatuh.
Korban selanjutnya diduga diseret menuju pinggir sawah oleh beberapa orang. Berdasarkan keterangan saksi, sejumlah orang dalam rombongan tersebut membawa senjata tajam berupa celurit dan golok.
“Korban kemudian disalip oleh rombongan pelaku. Salah seorang pelaku menendang bagian belakang sepeda motor hingga korban terjatuh. Setelah itu korban diseret menuju pinggir sawah oleh beberapa pelaku. Berdasarkan keterangan saksi, para pelaku membawa senjata tajam jenis celurit maupun golok,” ungkap Rita.
Korban Mengalami Luka Bacok
Akibat aksi kekerasan tersebut, korban mengalami luka bacok pada bagian tangan hingga mengeluarkan banyak darah. Para terduga pelaku juga diduga merusak sepeda motor Honda Vario milik korban.
Aksi tersebut berhenti setelah anggota kepolisian datang ke lokasi. Rombongan pelaku kemudian melarikan diri ke arah selatan, sedangkan korban segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Korban kemudian segera dievakuasi ke RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro sebelum dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” kata Rita.
Dalam penyidikan, polisi mengamankan tiga bilah celurit, satu bilah golok, dan satu unit sepeda motor Honda Vario milik korban yang mengalami kerusakan.
“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa tiga bilah celurit, satu bilah golok, serta satu unit sepeda motor Honda Vario milik korban yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut,” terang Rita.
Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ASA diduga membacok korban menggunakan golok sekaligus merusak sepeda motor korban. FNS diduga memukul korban menggunakan tangan kosong.
Sementara itu, DBK alias D diduga membacok sepeda motor korban. Adapun AKPP diduga membawa golok dan menendang sepeda motor korban hingga terjatuh.
Polisi masih melanjutkan proses penyidikan untuk melengkapi alat bukti dan mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
“Saat ini keempat terduga pelaku telah diamankan dan proses penyidikan masih terus berlangsung untuk melengkapi alat bukti serta mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam kejadian tersebut,” ujar Rita.
Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Kapolres Bantul mengimbau para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hingga dini hari. Pengawasan dinilai penting untuk mencegah remaja terlibat dalam konvoi, tawuran, maupun tindakan kekerasan lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari. Jangan mudah terprovokasi untuk ikut dalam aksi konvoi ataupun tawuran karena perbuatan tersebut memiliki konsekuensi hukum yang serius,” kata Bayu.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui adanya rencana tawuran, konvoi yang mengarah pada tindak pidana, atau aktivitas mencurigakan lainnya.
Menurut Bayu, dukungan dan informasi dari masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah gangguan keamanan sejak dini.
“Dukungan masyarakat sangat penting. Dengan kerja sama antara warga dan kepolisian, kami berharap setiap potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini sehingga situasi di Kabupaten Bantul tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkas Bayu.



















