Headline.co.id, Presiden Prabowo Subianto Menyoroti Tantangan Yang Dihadapi Indonesia Dalam Membangun Daya Saing ~ yaitu kurangnya apresiasi terhadap prestasi sendiri. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (10/7/2026) di Jakarta. Menurut Prabowo, sikap ini masih terlihat di berbagai sektor, termasuk dunia usaha, politik, pemerintahan, TNI, Polri, dan tokoh agama. Ia mengaitkan fenomena ini dengan sejarah panjang penjajahan yang menumbuhkan rasa rendah diri di masyarakat.
Prabowo menggunakan istilah Belanda untuk menggambarkan kecenderungan ini, serta menyinggung fenomena di mana sebagian orang cenderung menjatuhkan sesamanya yang sedang berusaha maju. “Sikap iri dan dengki semacam itu tidak sepatutnya dipelihara di tengah persaingan global yang semakin ketat,” tegas Prabowo. Ia juga menyoroti adanya pihak yang menyebarkan narasi negatif dan berharap Indonesia mengalami kemunduran.
Ajakan untuk Menghargai Prestasi
Presiden Prabowo mengajak seluruh pihak untuk mulai menghargai setiap prestasi yang telah dicapai. Ia menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dalam menyukseskan berbagai program strategis nasional, termasuk implementasi Mandatori Biodiesel B50. “Kita harus menghargai prestasi dan memperkuat kerja sama untuk kemajuan bangsa,” ujar Prabowo.
Dampak Sikap Negatif
Prabowo menilai bahwa sikap negatif dan kurangnya apresiasi terhadap prestasi dapat menghambat kemajuan Indonesia di kancah global. Ia menegaskan bahwa dalam persaingan global yang semakin ketat, sikap saling menjatuhkan hanya akan merugikan bangsa. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersatu dan mendukung kemajuan bersama.
Dengan pernyataan ini, Presiden Prabowo berharap dapat membangkitkan semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap prestasi bangsa, serta mendorong masyarakat untuk lebih menghargai pencapaian sendiri demi kemajuan Indonesia di masa depan.




















