Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) menargetkan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung mulai Agustus 2026. PT Angkasa Pura Indonesia, sebagai operator bandara, didorong untuk mempercepat kesiapan operasional berdasarkan kajian operasional dan safety assessment yang telah diselesaikan. Reaktivasi ini bertujuan untuk meningkatkan layanan penerbangan di wilayah Bandung Raya.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa PT Angkasa Pura Indonesia bertanggung jawab atas pemenuhan kesiapan operasional bandara. “Kami mendorong percepatan pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional agar target reaktivasi dapat tercapai,” ujar Lukman dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Skenario Operasional Bandara
Bandara Husein Sastranegara direncanakan melayani penerbangan jet mulai 17 Agustus 2026 dengan pola operasi terbatas, termasuk penerbangan bisnis dan charter. Skenario kedua menargetkan operasional penuh pada 17 September 2026, dengan melayani pesawat jet kategori Boeing 737-800 dan Airbus A320 melalui sistem slot management untuk memastikan kapasitas operasional berjalan aman dan efektif.
Peningkatan Fasilitas dan Keselamatan
PT Angkasa Pura Indonesia didorong untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan, seperti overlay runway dan taxiway, rekonstruksi apron, serta perbaikan fasilitas terminal. Dari sisi keselamatan, Ditjen Hubud meminta pemenuhan persyaratan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7, yang dapat dilakukan melalui mobilisasi kendaraan dari Bandara Kertajati.
Koordinasi dan Pengawasan
Dalam pelaksanaan reaktivasi, Ditjen Hubud akan terus berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia, TNI Angkatan Udara, dan pemangku kepentingan terkait. “Seluruh proses harus menjamin keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan sipil,” tegas Lukman.
Bandara Husein Sastranegara, dengan landas pacu sepanjang 2.220 x 45 meter, merupakan fasilitas transportasi udara strategis di Bandung Raya. Reaktivasi ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.




















