Headline.co.id, Pemadaman Listrik Bergilir Yang Terjadi Di Berbagai Wilayah ~ termasuk Yogyakarta, memicu perhatian serius dari berbagai pihak. Dr. Ir. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., IPU., Dosen Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM), menyoroti ketergantungan PLN pada pasokan batubara sebagai salah satu penyebab utama. Pemadaman ini, yang berlangsung dalam durasi lama, disebabkan oleh terbatasnya pasokan batubara, sebagaimana disampaikan oleh PLN.
Rachmawan menjelaskan bahwa permasalahan ini tidak hanya terkait dengan ketersediaan batubara, tetapi juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga energi global dan tata kelola batubara dalam negeri. “Teknis pembangkit, ketersediaan batubara yang bergantung pada volume, kemudian spesifikasi batubara, pengelolaan listrik dalam PLN terkait masalah subsidi dan kompensasi listrik, itu adalah hal yang kompleks,” ujarnya pada Selasa (7/7).
Kompleksitas Pasokan Batubara
Menurut Rachmawan, tantangan utama dalam pasokan batubara adalah memastikan volume dan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN. Ketidakpastian ini memaksa PLN untuk mencari alternatif pembelian batubara, yang sering kali terhambat oleh kondisi arus kas. “Kepastian pasokan batubara yang memiliki spesifikasi tertentu, kemungkinan membuat PLN harus membeli batu bara dengan cara yang lain,” tambahnya.
Alternatif Energi Terbarukan
Untuk mengurangi ketergantungan pada batubara, Rachmawan mendorong percepatan transisi energi terbarukan. Ia menekankan pentingnya mengembangkan pembangkit panas bumi, PLTN, dan PLTA sebagai alternatif baseload. “Kejadian kemarin menggarisbawahi pentingnya mempercepat pertumbuhan pemanfaatan energi terbarukan agar kita tidak terlalu bergantung pada batubara untuk kelistrikan,” jelasnya.
Tantangan dan Solusi
Rachmawan juga menyoroti tantangan dalam pengembangan energi terbarukan, terutama terkait pendanaan. Ia menyarankan agar sebagian penghematan anggaran negara dialokasikan untuk mempercepat pembangunan energi baru dan terbarukan. “Dengan demikian, ketergantungan kita terhadap batubara dapat dikurangi dengan lebih cepat,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah ini, diharapkan ketergantungan PLN pada batubara dapat berkurang, sehingga pemadaman listrik bergilir dapat diminimalisir dan kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

















