Headline.co.id, Jakarta ~ Sebanyak 418 lulusan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri siap menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan global dan era digital. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dalam upacara penutupan pendidikan di Sespim Lemdiklat Polri, Jumat (3/7/2026). Para lulusan diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika global dan percepatan transformasi digital.
Dalam upacara tersebut, Wakapolri menyampaikan bahwa lulusan terdiri dari 57 peserta Sespimti, 201 peserta Sespimmen, 35 peserta SPPK, dan 125 peserta Sespimma. Mereka akan kembali ke satuan masing-masing sebagai calon pemimpin yang diharapkan dapat menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis. “Kelulusan ini merupakan awal pengabdian dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas,” ujar Wakapolri.
Kolaborasi Lintas Institusi
Pendidikan tahun ini juga memperkuat kolaborasi lintas institusi dengan keikutsertaan peserta dari TNI, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain itu, dua peserta mancanegara dari Timor Leste turut ambil bagian dalam program Sespimmen, sebagai bagian dari penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman kepemimpinan.
Tantangan Global dan Teknologi
Wakapolri mengingatkan bahwa situasi global yang dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan persaingan antarnegara berdampak pada sektor energi, pangan, dan perekonomian dunia. Kondisi ini memerlukan stabilitas keamanan yang kuat sebagai fondasi pembangunan nasional. Selain itu, perkembangan teknologi mengubah lanskap keamanan, dengan kejahatan siber dan penyebaran hoaks menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi.
Peningkatan Kompetensi Digital
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Wakapolri meminta seluruh lulusan meningkatkan kompetensi digital, termasuk penguasaan Artificial Intelligence (AI), analisis data, dan Open Source Intelligence (OSINT). “Pemimpin Polri masa depan harus memiliki kemampuan membaca perubahan zaman, menguasai teknologi, serta mampu mengelola setiap dinamika melalui kepemimpinan yang adaptif dan visioner,” tegasnya.
Wakapolri juga menekankan pentingnya penguatan deteksi dini dan kontra narasi terhadap ancaman terorisme dan ekstremisme, khususnya di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa kekuatan Polri bertumpu pada kepercayaan masyarakat, yang tercermin dalam hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan 82,4 persen masyarakat optimistis terhadap kinerja Polri.
Pada kesempatan tersebut, penghargaan diberikan kepada peserta didik berprestasi, termasuk Kombes Pol. Yudhis Wibisana, S.I.K., M.H. (Sespimti) dan Kompol Ardyan Yudo Setyantono, S.H., S.I.K. (Sespimmen). Wakapolri mengajak seluruh lulusan untuk menjadikan ilmu dan pengalaman selama pendidikan sebagai modal memperkuat institusi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.























