Headline.co.id, Sleman ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai pusat utama pembelajaran. Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis (2/7/2026). Parmilah menyatakan bahwa pendidikan berkelanjutan harus dimulai dari keluarga sebagai pendidik pertama dan ruang belajar awal bagi anak.
Strategi ini didukung oleh tiga elemen penguat: Dasawisma, birokrasi kalurahan, dan kemitraan makro dengan berbagai pemangku kepentingan. Parmilah menjelaskan bahwa Dasawisma, sebagai elemen pertama, menggerakkan 14.879 kelompok di 86 kalurahan dengan 103 kader aktif. Elemen kedua melibatkan pemerintah kalurahan yang mengintegrasikan program PKK ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Elemen ketiga adalah kolaborasi dengan dunia usaha, industri, organisasi perangkat daerah, perbankan, instansi pemerintah, serta komunitas akademik.
Kolaborasi Lintas Sektor
Model gerakan PKK Sleman yang terintegrasi ini telah menunjukkan hasil signifikan. Kabupaten Sleman berhasil mempertahankan predikat Juara I Tingkat DIY selama tujuh tahun berturut-turut dari 2019 hingga 2025. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan komunitas akademik, yang berperan dalam mendukung pendidikan di tingkat akar rumput.
Pentingnya Akses Literasi
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Let’s Read – The Asia Foundation, Elsa Agustine, dan Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mata Aksara, Heni Wardatur Rohmah. Mereka menyoroti pentingnya akses literasi inklusif melalui bahan bacaan digital berkualitas dan ramah anak. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi di Sleman.
Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 ini ditutup dengan sesi apresiasi dan penyerahan penghargaan kepada para kader dan perwakilan kapanewon yang telah berdedikasi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Sleman. (SRI RAHAYU / KIM DEPOK)























