Headline.co.id, Pekanbaru ~ Sebanyak 11 dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau masih dinyatakan tertular rabies, dengan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai satu-satunya daerah yang bebas dari penyakit tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengungkapkan data ini saat membuka Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies Tahun 2026 di Kota Pekanbaru, Kamis (2/7/2026). Ia menegaskan pentingnya memperkuat pengendalian rabies di wilayah tersebut.
Dalam periode 2021 hingga 2025, rabies telah menyebabkan tujuh kematian di Riau. “Kita bersyukur, pada tahun 2026 ini belum terdapat laporan meninggal dunia akibat rabies. Data ini menjadi dasar bagi kita untuk terus memperkuat langkah pencegahan agar kondisi tersebut dapat kita pertahankan,” ujar SF Hariyanto.
Pentingnya Vaksinasi Hewan
SF Hariyanto menekankan bahwa vaksinasi hewan penular rabies harus menjadi prioritas, terutama di daerah dengan risiko penularan tinggi. “Melalui kegiatan ini, saya ingin kita memastikan bahwa upaya pencegahan rabies berjalan lebih terarah dan lebih kuat,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya kecepatan pelaporan kasus gigitan hewan penular rabies dan kesadaran masyarakat untuk segera mendapatkan penanganan medis.
Kerja Sama Lintas Sektor
Untuk mencapai target Indonesia bebas rabies pada 2030, SF Hariyanto menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Riau akan memperkuat kerja sama lintas sektor dalam pengendalian rabies. “Pemerintah Provinsi Riau juga akan terus memperkuat upaya pengendalian rabies melalui kerja sama lintas sektor sebagai bagian dari dukungan terhadap target Indonesia bebas rabies pada tahun 2030,” pungkasnya.
SF Hariyanto mengajak pemilik hewan peliharaan untuk menjalankan vaksinasi secara rutin dan menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka. Langkah ini diharapkan dapat membantu menekan angka penularan rabies di Provinsi Riau dan mendukung upaya nasional untuk mengatasi penyakit ini.






















