Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, siap beroperasi kembali pada 17 Agustus 2026. Persiapan ini mencakup penyelesaian kebutuhan teknis, operasional, dan keselamatan penerbangan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa reaktivasi bandara dilakukan berdasarkan kajian operasional dan penilaian keselamatan secara menyeluruh untuk memastikan standar keselamatan penerbangan terpenuhi.
Dalam beberapa pekan terakhir, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan persiapan di sisi udara dan darat. Kemenhub juga berkoordinasi dengan Komandan Lanud Husein Sastranegara untuk menyepakati jadwal reaktivasi. Namun, terdapat beberapa kendala seperti luas lahan terbatas, panjang landas pacu yang tidak dapat diperpanjang, dan penggunaan bandara bersama dengan TNI Angkatan Udara.
Peningkatan Infrastruktur Bandara
Untuk mendukung operasional pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320, Kemenhub merencanakan peningkatan infrastruktur. Ini termasuk overlay landas pacu dan taxiway, rekonstruksi apron, serta peningkatan fasilitas terminal penumpang. Selain itu, kapasitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) akan ditingkatkan menjadi Kategori 7.
Mobilisasi Aset untuk Efisiensi
Kemenhub akan memobilisasi aset yang ada, termasuk kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) dari Bandara Kertajati, untuk mempercepat reaktivasi tanpa perlu pengadaan baru. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses tanpa mengorbankan keselamatan.
Skenario Operasional Bandara
Setelah dibuka kembali, Bandara Husein Sastranegara akan melayani pesawat ATR72-500, penerbangan bisnis, dan penerbangan carter pada tahap awal. Tahap berikutnya, bandara akan melayani pesawat Boeing 737-800 dan Airbus A320 dengan sistem slot management untuk menjaga kapasitas dan keselamatan operasional.
Reaktivasi bandara ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi udara di Jawa Barat, meningkatkan aksesibilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. Langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas nasional dan meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi.



















