Headline.co.id, Sleman ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Tumandur, berkolaborasi dengan PKK Kampung Jurugsari, Condongcatur, Sleman, dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Program yang dilaksanakan pada Senin (22/6) ini bertujuan mengubah limbah organik menjadi pupuk organik cair menggunakan teknologi Smart Compost Vessel. Inisiatif ini diikuti oleh 16 anggota PKK dan perangkat wilayah setempat, serta didukung oleh Kalurahan Condongcatur.
Program ini dipimpin oleh Siti Nur Khasanah bersama tim mahasiswa lainnya, yaitu Rayhan Arva Pradipa, Nafi’atush Sholikhah, Vina Ayu Lestari, dan Naafianda Ra’uuf Prastya, di bawah bimbingan Dr. Ir. Miftahush Shirothul Haq dari Fakultas Peternakan UGM. Inovasi Smart Compost Vessel yang diperkenalkan adalah komposter berbentuk ember bertingkat dengan sensor suhu dan pH untuk memantau kualitas pupuk selama proses pengomposan. “Kami berharap inovasi ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam ketahanan pangan,” ujar Miftahush.
Antusiasme dan Dukungan Masyarakat
Peserta program menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya mengenai proses pengomposan dan penggunaan pupuk organik cair. Ketua PKK Kampung Jurugsari, Ikhwani, mengapresiasi persiapan dan koordinasi tim mahasiswa, yang memudahkan masyarakat memahami manfaat pengelolaan sampah organik. “Harapan kami, program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” katanya.
Kolaborasi dengan Pemerintah Setempat
Program Tumandur juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ketua RW 57 Kampung Jurugsari, Purwoko, dan Dukuh Joho, Retnaningsih. Mereka menilai kegiatan ini selaras dengan upaya pengembangan lingkungan di wilayah tersebut. Kalurahan Condongcatur juga mendorong terjalinnya komunikasi dan kolaborasi yang baik selama program berlangsung. “Program ini sangat tepat diterapkan di Kampung Jurugsari dan kami siap mendukung pelaksanaannya,” tutur Retnaningsih.
Melalui Program Tumandur, mahasiswa UGM berharap masyarakat tidak hanya mampu mengurangi volume sampah organik rumah tangga, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dan lingkungan dari hasil pengolahannya. Pendampingan akan berlanjut melalui kegiatan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Inovasi ini menjadi contoh kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan solusi aplikatif bagi persoalan lingkungan. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain.























