Tagar #IndonesiaTerserah Ramai di Medsos, BNPB: Itu Masukan dan Saran yang Harus Diterima

  • Whatsapp
Tagar Indonesia Terserah ramai di medsos (media sosial) berbagai platform sejak hari Jum’at 15 Mei. (Ilustrasi: Hypegrid.id)
Tagar Indonesia Terserah ramai di medsos (media sosial) berbagai platform sejak hari Jum’at 15 Mei. (Ilustrasi: Hypegrid.id)

HeadLine.co.id (Jakarta) – Media sosial tengah diramaikan dengan tagar #IndonesiaTerserah hal ini berkaitan dengan penanganan wabah Corona di Indonesia. Tagar #IndonesiaTerserah muncul karena kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah dalam menangani Corona (Covid-19)

Baca juga: Optimis dan Dukung Gerakan #CovidSafeBUMN, Angkasa Pura I Siapkan Protokol Kesehatan Situasi ‘New Normal’

Read More

“Tagar indonesia terserah adalah bagian dari reaksi masyarakat. Itu masukan dan saran yang harus kita terima. Itu fakta. (Hashtag itu) juga merupakan kritik keras kepada masyarakat yang memang tidak disiplin (karena) mengabaikan anjuran pemerintah,” ujar Tenaga ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Egy Massadiah, dalam keterangannya dilansir Detikcom, Senin (18/5/2020).

Dia mencontohkan kerumunan yang terjadi belakangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Kejadian ini harus dijadikan pelajaran.

Baca juga: Pemerintah Terus Mendorong Rencana Pengembangan Gasifikasi Batubara di Tanah Air

Pemerintah bersama Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 sudah meminta agar kejadian di Bandara Soetta tak terulang lagi dan harus mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Mulai 25 Mei 2020, KAI Siapkan Protokol Antisipasi Skenario “The New Normal”

Adapun pengaturan moda transportasi di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini juga telah tercantum didalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020.

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Bulog Jamin Stok Beras di Tengah Wabah Corona Aman dan Tercukupi

“Kami sudah perintahkan pejabat yang bertanggung jawab. Kalau perlu, tidur di bandara guna memastikan pelayanan berjalan baik dan mematuhi protokol kesehatan. Perjalanan dengan moda transport umum, termasuk pesawat hanya berlaku untuk 11 bidang yang dikecualikan,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *