Headline.co.id, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak ~ Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman mengadakan sarasehan dengan tema “Pengembangan Tempat Ibadah Ramah Anak”. Acara ini berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026, di Masjid Agung Rohmat, Padukuhan Jragung, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pokok Pikiran (Pokir) yang diinisiasi oleh anggota DPRD Sleman Komisi A, Guntur Yoga Purnawan.
Hadir dalam acara tersebut lain Guntur Yoga Purnawan, Kepala DP3AP2KB Sleman Novita Krisnaini, perwakilan Kemenag Sleman Sangaji, serta narasumber Nyadi Kasmoredjo dan Erfan Arya Putra. Ketua Takmir dan jamaah Masjid Agung Rohmat Jragung juga turut hadir. Novita Krisnaini menyatakan bahwa kegiatan ini adalah pelaksanaan program Pokir dari DPRD Sleman yang bertujuan untuk membentuk generasi yang lebih baik.
Program ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 17 dan 18 Juni 2026, dan dipusatkan di Masjid Agung Rohmat Jragung. “Semoga program ini dapat membentuk generasi yang lebih baik. Kami berharap kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan terdapat kekurangan,” ujar Novita.
Guntur Yoga Purnawan, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk menyiapkan generasi penerus yang dekat dengan tempat ibadah. Menurutnya, kemakmuran rumah ibadah mencerminkan kualitas sumber daya dan kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya. “Semakin banyak anak yang terbiasa datang ke tempat ibadah, maka gambaran masa depan akan lebih baik. Oleh karena itu, perlu disiapkan lingkungan masjid yang ramah anak, nyaman, serta didukung oleh pengurus takmir yang memahami karakter anak,” ujarnya.
Program ini juga mendukung visi Bupati Sleman dalam pembangunan, baik fisik maupun nonfisik. Pembangunan fisik meliputi infrastruktur yang baik, sedangkan pembangunan nonfisik mencakup penguatan nilai keagamaan dan sosial masyarakat. “Pembangunan masyarakat akan seimbang apabila pembangunan fisik dan spiritual berjalan beriringan. Harapannya, program ini memberikan manfaat bagi jamaah Masjid Agung Rohmat, khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya,” imbuh Guntur.
Ketua Takmir Masjid Agung Rohmat, Giman, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya masjid tersebut sebagai lokasi program Masjid Ramah Anak. Ia berharap program ini dapat menjadikan suasana masjid lebih semarak dan ramah bagi anak-anak sehingga mereka merasa nyaman berada di lingkungan masjid.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber, yaitu perwakilan Kemenag Sleman Sangaji, psikolog Erfan Arya Putra, serta pemerhati anak dan perempuan Nyadi Kasmoredjo. (Kusnadi / KIM Berbah)


















