Headline.co.id, Wakil Gubernur Gorontalo ~ Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya menampilkan produk pertanian lokal dalam bentuk aslinya pada Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan ke-XVII. Hal ini disampaikan saat ia meninjau tiga lokasi yang akan dikunjungi peserta PENAS di Kabupaten Gorontalo pada Selasa, 2 Juni 2026. Idah menegaskan bahwa pengenalan komoditas dalam bentuk otentik dapat memberikan pengalaman mendalam mengenai potensi daerah kepada para peserta.
Dalam kunjungan tersebut, Idah didampingi oleh jajaran Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo. Tiga lokasi yang dikunjungi meliputi Kelompok Tani Lamuta di Desa Hutanohu, Kecamatan Limboto Barat, yang fokus pada pertanian organik, kelompok tani kacang tanah yang bermitra dengan PT Garuda Food di Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, serta kelompok nelayan budidaya ikan nila sistem bioflok di Desa Lupoyo, Kecamatan Limboto.
Di lokasi pertama, Idah mengapresiasi pengembangan pertanian organik yang dinilai mampu menjadi contoh penerapan pertanian ramah lingkungan dan mendukung ketahanan pangan daerah. Ia mendorong agar inovasi dan produk petani dapat ditampilkan secara menarik saat kunjungan peserta PENAS berlangsung. Selanjutnya, di sentra budidaya kacang tanah di Tilihuwa, Idah menyoroti kemitraan petani dengan PT Garuda Food sebagai bukti daya saing produk lokal.
Idah mengingatkan agar produk yang dipamerkan tidak hanya berupa hasil olahan modern, tetapi juga menampilkan kacang tanah lokal dalam bentuk aslinya. “Kerja sama dengan industri sangat baik, namun saya berharap produk lokal tetap mendapat ruang untuk ditampilkan,” ujarnya. Di lokasi terakhir, Idah meninjau budidaya ikan nila sistem bioflok yang dikelola generasi muda, menilai usaha tersebut sebagai contoh pemanfaatan teknologi dalam pengembangan perikanan.
Idah memberikan masukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas lokasi kunjungan peserta PENAS, termasuk menambah sarana pendukung dan memperkuat aspek edukasi. Menurutnya, kesiapan lokasi tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari kemampuan menampilkan potensi unggulan daerah secara menarik dan informatif. “Dengan persiapan yang matang, Gorontalo diharapkan dapat memberikan kesan positif dan memperkenalkan keberhasilan sektor pertanian dan perikanan kepada peserta PENAS Tani dan Nelayan XVII pada 20-25 Juni mendatang,” tutupnya.




















