Headline.co.id, Batang ~ Kuliner tradisional yang menjadi ciri khas Desa Tambakboyo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali hadir setelah sempat berhenti beroperasi. Serabi kelapa parut yang dikenal dengan ukuran besar, tekstur tebal, serta rasa gurih dan manis ini kembali dapat dinikmati oleh masyarakat dan pecinta kuliner tradisional.
Serabi khas ini telah lama dikenal oleh masyarakat Batang, Pekalongan, dan sekitarnya. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional dengan menggunakan tungku dan wajan tanah liat berbahan bakar kayu. Bowo, penjual serabi kelapa parut, menyatakan bahwa usaha keluarganya ini sempat berhenti selama beberapa tahun sebelum akhirnya dibuka kembali.
“Memang sudah lama serabi kelapa parut tidak jualan. Tetapi mulai bulan kemarin buka lagi, hanya pagi hari sekitar pukul 06.00 sampai 08.00 WIB. Kalau pesan, bisa diambil kapan saja,” ujar Bowo saat ditemui di Desa Tambakboyo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Selasa (2/6/2026).
Bowo menjelaskan bahwa mulai hari ini, warungnya juga melayani pembeli pada sore hari dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Namun, jam operasional masih terbatas karena ia juga bekerja di tempat lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Usaha serabi ini sebelumnya dikelola oleh orang tuanya dan pernah cukup dikenal masyarakat, termasuk saat dikunjungi mantan Bupati Batang pada 2020. Dalam proses pembuatannya, adonan serabi dibuat dari campuran tepung beras, santan, air, sedikit garam, dan perasan daun pandan untuk menambah aroma khas.
Setelah matang, serabi disajikan hangat di atas daun pisang dengan tambahan cairan gula aren dan taburan kelapa parut. “Ini ciri khas serabi Tambakboyo, rasanya gurih dan manis,” jelas Bowo.
Saat ini, serabi kelapa parut dijual seharga Rp10 ribu per porsi yang berisi empat buah. Kehadiran kembali kuliner tradisional ini diharapkan dapat mengobati kerinduan masyarakat terhadap cita rasa khas makanan legendaris Batang sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan kuliner daerah.
“Selain menjadi sajian favorit warga sekitar, keberadaan serabi kelapa parut Tambakboyo juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan kuliner tradisional agar tetap dikenal generasi muda,” tambah Bowo.



















