Headline.co.id, Padang ~ Pada perayaan Iduladha, warga hunian sementara (huntara) di Kampung Nelayan, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, menerima tiga ekor sapi kurban. Bantuan ini diberikan kepada 110 kepala keluarga (KK) yang tinggal di huntara tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial.
Penyaluran sapi kurban dilakukan secara bertahap. Dua ekor sapi diserahkan terlebih dahulu pada 27 Mei 2026 melalui Pemerintah Kota Padang dan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Satu ekor sapi lainnya diserahkan pada Kamis (28/5/2026) oleh DMDI Sumatra Barat, dengan penyerahan yang dihadiri oleh Wali Kota Padang sekaligus Ketua DMDI Sumatra Barat, Fadly Amran.
Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, menyatakan bahwa pelaksanaan kurban di wilayahnya tahun ini berjalan dengan baik berkat partisipasi masyarakat dan berbagai pihak. “Total kegiatan kurban di Kecamatan Koto Tangah tahun ini berjumlah 1.621 ekor sapi, 154 ekor kambing, dan lima ekor kerbau. Khusus untuk huntara ini sudah diserahterimakan bantuan tiga ekor sapi,” ujarnya.
Rio menambahkan bahwa bantuan ini menunjukkan kepedulian sosial yang terus berkembang di masyarakat, terutama bagi kelompok yang memerlukan perhatian lebih. “Atas nama masyarakat Kecamatan Koto Tangah, khususnya warga huntara, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padang atas bantuan tiga ekor sapi yang diserahkan kepada warga,” katanya.
Kepala UPT Rusunawa dan Rusus Kota Padang, Angga Liberdo, juga menyampaikan apresiasinya. Ia menilai bahwa bantuan hewan kurban ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan menjelang hari raya, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di warga. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padang dan unsur lainnya yang telah memberikan bantuan tiga ekor sapi kepada warga Rusunawa dan Rusus,” ungkap Angga.
Iduladha tahun ini menjadi momentum untuk menunjukkan kuatnya gotong royong pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat dalam menjangkau warga yang membutuhkan. Bagi 110 KK penghuni huntara Lubuk Buaya, bantuan hewan kurban ini tidak hanya memberikan daging kurban untuk keluarga, tetapi juga menjadi simbol perhatian dan penguatan solidaritas sosial agar semangat kebersamaan tetap terjaga di tengah keterbatasan.



















