Pembunuh Sopir Taksi Online di Rawamangun Mengaku Terlilit Hutang Lahiran Istri

  • Whatsapp
Polda Metro Jaya melakukan jumpa pers terkait pembunuhan sopir taksi online di Rawamangun, Jakarta Timur. (Foto: Antara)
Polda Metro Jaya melakukan jumpa pers terkait pembunuhan sopir taksi online di Rawamangun, Jakarta Timur. (Foto: Antara)

HeadLine.co.id (Jakarta) – Pelaku pembunuhan sopir taksi online di Jalan Gurame, Rawamangun, Jakarta Timur telah berhasil ditangkap Sub Direktorat Reserse Mobil (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pelaku tertangkap di Jalan Taman Mini, Pinang Ranti, Jakarta Timur saat menjual salah satu bagian mobil yakni velg dan ban, Jumat (01/05).

Menurut keterangannya motif pelaku adalah permasalahan ekonomi, dikarenakan pelaku harus membayar utang biaya istri melahirkan.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Aplikasi TikTok Raih 2 Miliar Pengunduh di Seluruh Dunia

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat jumpa pers yang disiarkan langsung akun Instagram @humas.pmj, Sabtu (2/5/2020).

“Keterangan awal ini masalah ekonomi, dia terdesak karena istri baru melahirkan dan utang ada sekitar 11 juta yang harus diselesaikan, ini menurut tersangka,” ucap Yusri dilansir Kompas.com.

Baca juga: Nekat! Sewa Truk Towing Demi Balik ke Kampung Halaman dan Mengelabui Petugas Pos Batas

Yusri mengatakan bahwa situasi itu yang menjadikan alasan tersangka melakukan aksi kejinya yang menyebabkan seorang supir taksi online tewas pada Kamis 30 April lalu.

“Makanya dia gelap mata, berupaya untuk menutupi hutang hasil istri melahirkan, ini keterangan tapi kami terus menjalani pemeriksaan,” ujar Yusri.

Baca juga: Dilanda Hujan dengan Intensitas Tinggi Jalan Trans Sulawesi di Poso Putus

Kini, tersangka berinisial I (23) sudah dilakukan penahanan oleh polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dimintai keterangan lebih lanjut.

Akibat kejahatannya, I terancam Pasal 340, Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca juga: Hari ke 6 Operasi Ketupat 2020, Polri Catat 1.000 Pemudik Dipaksa Putar Balik di Pelabuhan Merak

“Pasal 340 KUHP dengan ancamannya kurungan seumur hidup atau paling lama 20 tahun, lalu Pasal 338 dengan ancaman 15 tahun, Pasal 365 ancaman 9 tahun penjara,” ungkap Yusri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *