Hari ke 6 Operasi Ketupat 2020, Polri Catat 1.000 Pemudik Dipaksa Putar Balik di Pelabuhan Merak

  • Whatsapp
Pemudik yang memadati pelabuhan Merak. (Foto: Okezone.com)
Pemudik yang memadati pelabuhan Merak. (Foto: Okezone.com)

HeadLine.co.id (Jakarta) – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat penurunan jumlah masyarakat yang hendak mudik ditengah larangan mudik guna mencegah penularan Covid-19. Hingga hari ke-6 operasi ketupat 2020, tercatat penurunan jumlah pemudik terus meningkat.

Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Benyamin menjelaskan hanya pada hari ke-6 operasi ketupat, jumlah pemudik mengalami kenaikan. Namun, hal itu hanya terjadi di pelabuhan Merak. Polisi pun telah meminta warga untuk pulang kembali ke rumah masing-masing.

Read More

Baca juga: Ekonomi Masyarakat Terdampak Corona, PT KAI Daop 1 Jakarta Bagikan 900 Paket Bahan Pokok Pangan Gratis di 5 Wilayah

“Dari hari ke satu sampai hari ke-5 operasi ketupat, ini terjadi penurunan, menginjak hari ke-6 ada kenaikan kemarin ya itu terjadi di suatu tempat yaitu di Merak, berbondong-bondong mereka mencoba untuk meminta menyebrang. Tapi tetap tidak diberikan, tetap saja mereka kita minta putar balik,” ujar Kombes Pol Benyamin dalam keterangannya, Jumat (1/5/2020).

Catatan Korlantas, pada hari ke-6 operasi ketupat, di Pelabuhan Merak mengalami peningkatan jumlah pemudik yang tetap nekat meski dilarang. Jumlahnya mencapai 1.000 Orang. Sekali lagi, polisi tidak memberikan izin warga untuk menyebrang dari pelabuhan Merak.

Baca juga: Dampak Covid-19 di Indonesia, Arab Saudi Bantu 4.000 Paket Sembako untuk Masyarakat

“Hari 1 sampai hari ke-5 itu, Polda banten itu antara 50 sampai dengan 100 pelanggar. Tetapi di hari kemarin (29/4) hampir 1000 pelanggar yang dikembalikan dari Merak. Tapi semua kembali tidak diberikan toleransi untuk menyebrang,” ungkapnya.

Baca juga: Mudik Tetap Dilarang, Kemenhub Akan Terbitkan Peraturan Turunan Boleh Pulang Kampung Jika Mendesak

Benyamin mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak mudik terlebih dahulu mengingat pandemi Covid-19 masih ada. Masyarakat diminta untuk mentaati kebijakan pemerintah, semata-mata untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Baca juga: 27 Kecamatan di Ciamis Terapkan PSBB Pada 6 Mei 2020

“Tentunya kita meminta kesadaran dari masyarakat, kita mengajak masyarakat untuk mematuhi larangan ini. Supaya dirinya , keluarga selamat, kita semua yang ada di lingkungan ini selamat,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *