Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Badan Gizi Nasional (BGN) mengarahkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan penggunaan produk lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, menekankan pentingnya memprioritaskan pasokan dari peternak dan pelaku usaha lokal, termasuk telur dan bahan pangan lainnya, guna mendukung ekonomi masyarakat setempat.
Dadan Hindayana menyatakan bahwa jika mitra pelaksana MBG memiliki koperasi atau jaringan pemasok sendiri, diharapkan tetap menyerap hasil produksi peternak lokal di wilayah masing-masing. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden yang mengharuskan kebutuhan telur dalam Program MBG dipenuhi dari produksi dalam negeri.
BGN tidak menetapkan menu nasional yang seragam, melainkan hanya menetapkan standar komposisi gizi untuk memastikan kualitas menu MBG. Selain itu, ahli gizi ditempatkan di setiap SPPG untuk menyusun menu berdasarkan potensi pangan daerah dan memastikan kebutuhan nutrisi penerima program terpenuhi.
Penggunaan produk lokal diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional tetapi juga menjaga stabilitas harga hasil peternakan di tingkat produsen. Program MBG diharapkan memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pemenuhan gizi masyarakat maupun penguatan ekonomi lokal.
Kepala BGN menilai bahwa produksi telur dalam negeri saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan Program MBG jika distribusi dan penyerapan dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pelaksana program untuk terus memperkuat kemitraan dengan peternak lokal di masing-masing daerah.



















