Headline.co.id, Lumajang ~ Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lumajang berupaya memperkuat peran sosial istri aparatur sipil negara (ASN) dengan meningkatkan kepekaan terhadap kelompok yang memerlukan pelayanan kesejahteraan sosial. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ketua DWP Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, menyatakan bahwa keluarga ASN memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial. Menurut Rahayu, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pelayanan administrasi, tetapi juga dari kuatnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
“Istri ASN perlu memiliki kepekaan sosial karena di sekitar kita masih ada warga yang membutuhkan perhatian bersama. Kepedulian itu penting agar tidak ada masyarakat yang merasa berjalan sendiri menghadapi persoalan hidupnya,” ujar Rahayu saat rapat pleno DWP Kabupaten Lumajang di Graha Nagara Bhakti Kantor BKPSDM, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial meliputi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, anak rentan, serta keluarga dengan keterbatasan sosial dan ekonomi. Menurutnya, kelompok tersebut membutuhkan lingkungan yang tidak hanya melihat kondisi mereka, tetapi juga hadir dengan empati dan kepedulian.
Rahayu menegaskan bahwa kesejahteraan sosial bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat terdekat. Karena itu, istri ASN didorong menjadi penggerak kepedulian sosial baik melalui aktivitas organisasi maupun interaksi sehari-hari di lingkungan masyarakat.
“Sering kali persoalan sosial tidak terlihat di ruang formal. Tetapi ketika kita dekat dengan masyarakat, kita bisa mengetahui siapa yang membutuhkan perhatian, siapa yang perlu didampingi, dan siapa yang perlu dikuatkan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki kedekatan emosional yang kuat dalam membangun hubungan sosial sehingga keberadaan istri ASN dapat menjadi jembatan penting dalam memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas sosial. Menurutnya, kepedulian terhadap pemerlu kesejahteraan sosial tidak selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga perhatian, kunjungan, pendampingan, dan komunikasi yang memberikan semangat.
“Kadang seseorang hanya butuh didengar dan diperhatikan. Dari hal sederhana itu, rasa kebersamaan tumbuh dan masyarakat merasa tidak sendiri,” tambahnya.
DWP Kabupaten Lumajang juga mendorong anggotanya aktif mengenali kondisi sosial di lingkungan sekitar agar dapat menjadi bagian dari deteksi dini berbagai persoalan sosial di masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting karena banyak persoalan kesejahteraan sosial membutuhkan pendekatan kemanusiaan dan kedekatan lingkungan.
Melalui penguatan kepekaan sosial tersebut, DWP Lumajang berharap keluarga ASN tidak hanya menjadi pendukung pelayanan pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang memperkuat empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan semangat tersebut, organisasi perempuan di lingkungan ASN diharapkan mampu menjadi penggerak nilai kemanusiaan sehingga pembangunan daerah tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial.



















