Headline.co.id, Kupang ~ Personel Intelmob Satuan Brimob Polda NTT berhasil mengungkap dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kota Kupang. Operasi ini dilakukan pada Senin dini hari, 11 Mei 2026, sekitar pukul 01.30 WITA. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan ratusan liter BBM jenis pertalite dan solar yang ditemukan di sebuah gudang di Jalan Samratulangi, kawasan Pulau Indah, Kota Kupang.
Pengungkapan ini merupakan hasil dari pemantauan intensif yang dilakukan oleh personel Intelmob Satbrimob Polda NTT terhadap aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan penimbunan BBM subsidi. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, petugas berhasil mengamankan sekitar 770 liter lebih BBM bersubsidi yang dikemas dalam jerigen.
Informasi awal yang diperoleh petugas menyebutkan bahwa BBM subsidi tersebut diduga akan didistribusikan ke wilayah Naikliu, Kabupaten Kupang, menggunakan bus. Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol Afrizal Asri, S.I.K., menegaskan bahwa pengungkapan ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Kami menindaklanjuti informasi yang diterima dengan melakukan pemantauan secara intensif. Setelah data dan informasi dinilai cukup, personel langsung bergerak dan berhasil mengamankan barang bukti BBM subsidi dalam jumlah besar,” ujar Kombes Pol Afrizal Asri. Ia menambahkan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi sangat merugikan masyarakat, terutama mereka yang benar-benar membutuhkan.
“BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat. Karena itu, setiap bentuk penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. Setelah pengamanan, personel Intelmob Satbrimob Polda NTT langsung berkoordinasi dengan Polresta Kupang Kota untuk menyerahkan barang bukti dan melanjutkan proses hukum, termasuk pengembangan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Kombes Pol Afrizal Asri juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan BBM subsidi di lingkungan sekitar. “Kami berharap masyarakat tidak ragu melaporkan jika menemukan adanya dugaan penimbunan ataupun distribusi ilegal BBM subsidi. Sinergi masyarakat dan aparat sangat penting untuk menjaga distribusi energi tetap tepat sasaran,” pungkasnya.























