Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami penurunan potensi hujan dalam sepekan ke depan, dari 8 hingga 14 Mei 2026. Hal ini disebabkan oleh penguatan monsun Australia yang membawa massa udara kering dari tenggara menuju Indonesia.
Yuni Maharani, seorang prakirawan BMKG, menjelaskan dalam Info BMKG yang dikutip di Jakarta pada Jumat (8/5/2026), bahwa penguatan monsun Australia ini menyebabkan dominasi aliran angin timuran dengan kandungan uap air yang lebih rendah. Akibatnya, potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia mulai menurun.
Meskipun demikian, BMKG mengingatkan bahwa beberapa fenomena atmosfer masih aktif dan dapat memicu pembentukan awan hujan di berbagai daerah. “Selain itu, potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Maluku,” tambah Yuni Maharani.
Untuk periode 11–14 Mei 2026, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Namun, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Sebelumnya, pada periode 4–6 Mei 2026, BMKG mencatat suhu maksimum lebih dari 35 derajat Celsius hingga mencapai 37,1 derajat Celsius di beberapa wilayah seperti Kalimantan Timur, Papua Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Utara. Kondisi suhu panas ini dipicu oleh penguatan monsun Australia yang mengurangi tutupan awan pada pagi hingga siang hari, sehingga radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal.
Meskipun beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau, hujan lebat hingga ekstrem masih tercatat di beberapa daerah. BMKG mencatat curah hujan mencapai 159 mm per hari di Jawa Barat, 131,8 mm per hari di Kalimantan Barat, 129 mm per hari di Banten, 120 mm per hari di Jawa Tengah, serta 129,8 mm per hari di Sulawesi Tenggara.
Selain itu, hujan lebat juga terjadi di Jakarta sebesar 94,8 mm per hari, Maluku 78 mm per hari, Nusa Tenggara Timur 74,9 mm per hari, Sumatra Barat 67 mm per hari, Riau 62 mm per hari, dan Jambi 55,8 mm per hari.
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi darat, laut, dan udara. Masyarakat juga diminta untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui BMKG, aplikasi Info BMKG, serta media sosial resmi BMKG.





















