Headline.co.id, Mataram ~ Dua pekerja migran Indonesia (PMI) diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Arab Saudi setelah video pengakuan mereka viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @bisikanneti pada Rabu (29/4/2025) dan kembali ramai diperbincangkan pada Senin (4/5/2026), keduanya mengaku dijual untuk praktik prostitusi. Mereka disebut dipaksa melayani hingga 450 pria dalam sebulan dengan ancaman tidak menerima gaji jika target tidak terpenuhi. Hingga kini, pemerintah masih berupaya memastikan identitas dan kondisi kedua korban.
Dalam video tersebut, salah satu korban menyampaikan kondisi yang dialaminya dengan nada ketakutan. “Jadi dalam sebulan harus layani 450 pria. Kalau nggak sampe target nggak dapat gaji,” kata wanita itu.
Kronologi Berangkat hingga Diduga Disekap
Berdasarkan pengakuan korban dalam video, keduanya berangkat ke Arab Saudi setelah menerima tawaran pekerjaan dari seorang perempuan berinisial N. Tawaran tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp dengan janji pekerjaan di luar negeri.
Namun setibanya di Arab Saudi, mereka justru bertemu dengan perempuan lain berinisial Z. Di tempat tersebut, korban mengaku tidak mendapatkan pekerjaan sesuai janji, melainkan diduga disekap dan dipaksa melayani pria.
“Jadi N ini iming-iming di WA untuk kerja di Arab Saudi. Tapi ketemu dengan Z. Di sana kami disekap untuk melayani pria. Tapi kami bisa kabur saat belanja ke salah satu mal,” ungkap korban dalam video tersebut.
Pemerintah Masih Lakukan Penelusuran
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat (NTB), Aidy Furqon, menyatakan pihaknya belum dapat memastikan asal daerah kedua PMI tersebut, termasuk apakah mereka berasal dari NTB.
Menurut Aidy, Pemerintah Provinsi NTB saat ini masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi untuk menelusuri kebenaran informasi dalam video yang beredar.
“Sudah seminggu kami hubungi Kemenlu dan Kedubes, belum ada konfirmasi terkait info di video tersebut. Pihak yang take video juga coba kami hubungi ternyata sudah tidak bisa dihubungi lagi,” ujar Aidy, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, komunikasi terus dilakukan guna memastikan kondisi kedua perempuan tersebut.
“Kalau mereka PMI kita, semoga baik-baik saja, sebab kami belum dapat update infonya,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai identitas maupun kondisi terkini kedua PMI tersebut. Pemerintah masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus memberikan perlindungan jika terbukti merupakan warga negara Indonesia.




















