Headline.co.id, Sei Rampah ~ Rosmaida Darma Wijaya, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), memulai Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Sergai Tahun 2026. Acara ini berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah, Sei Rampah, pada Rabu (29/4/2026). Rosmaida menekankan pentingnya lomba ini sebagai sarana menumbuhkan budaya literasi sejak dini dan melatih kepercayaan diri siswa melalui cerita rakyat.
Dalam sambutannya, Rosmaida menyatakan bahwa bercerita adalah jendela pengetahuan yang menghubungkan kita dengan kekayaan budaya bangsa. “Bercerita itu ibarat jendela pengetahuan yang membuka wawasan kita dan menghubungkan kita dengan kekayaan warisan budaya bangsa. Karena itu, kepada seluruh peserta, sampaikanlah cerita dengan sepenuh hati, bawakan setiap kisah dengan penuh semangat, dan tunjukkan kemampuan terbaik agar menjadi pencerita yang menarik dan memukau,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak dalam memajukan literasi di Sergai.
Elinda Sitianur, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sergai, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kegemaran membaca dan melatih keberanian berbicara di depan umum. Lomba ini juga menjadi wadah untuk mempopulerkan kembali cerita budaya daerah yang kaya pesan moral. “Lomba diikuti sebanyak 50 siswa-siswi kelas IV dan V SD/MI sederajat dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Sergai. Tema yang diangkat adalah cerita kepahlawanan dan legenda rakyat yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara maupun daerah setempat,” jelasnya.
Elinda menambahkan bahwa kegiatan ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Perpustakaan Nasional RI dan berlangsung selama dua hari, dari 29 hingga 30 April 2026. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat di Kabupaten Sergai.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Staf Ahli I TP PKK Sergai, Aini Zetara Adlin Tambunan, serta dewan juri yang terdiri dari Khairil Anwar Poham dari Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Utara, Zufri Hidayat dari Balai Bahasa Sumatera Utara, dan Jenni Apriyanti dari Kampung Dongeng Medan, serta para guru pendamping peserta.





















