Headline.co.id, Jayapura ~ Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berupaya meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan dan Sertifikasi Petugas Keselamatan Konstruksi yang diadakan di Aula Kantor Bupati, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) agar setiap proyek dapat berjalan dengan aman, efektif, dan sesuai standar.
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menekankan pentingnya sertifikasi keselamatan konstruksi sebagai kebutuhan mendasar. “Ini menyangkut keselamatan kerja. Jika tidak dianggap penting, maka kita akan terus bergantung pada tenaga dari luar daerah. Padahal, kita memiliki potensi sumber daya lokal yang harus diberdayakan,” ujarnya saat membacakan sambutan bupati. Ia juga mengingatkan bahwa masih ada organisasi perangkat daerah yang belum memberikan perhatian serius terhadap sertifikasi keselamatan, meskipun hal ini telah menjadi syarat dalam pekerjaan konstruksi.
Rahantoknam menyoroti tantangan pembangunan di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses serta dipengaruhi oleh kondisi geografis dan cuaca. “Oleh karena itu, penerapan sistem keselamatan konstruksi menjadi sangat krusial agar setiap pekerjaan berjalan aman dan sesuai standar,” katanya. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura.
Pemerintah menegaskan bahwa penerapan keselamatan kerja memiliki dasar hukum, lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga mampu menerapkan standar keselamatan dalam setiap tahapan pekerjaan.
Sementara itu, Kepala Bidang Konstruksi Dinas PUTR, Jerry Notanubun, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta dalam menerapkan SMKK. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terciptanya budaya keselamatan kerja dalam jasa konstruksi serta mendukung penyelenggaraan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan.
Bimtek yang berlangsung pada 27–30 April 2026 ini diikuti oleh 52 peserta yang berasal dari berbagai instansi, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Perhubungan, Dinas PUTR, serta penyedia jasa konstruksi.




















