Headline.co.id, Gresik ~ Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-32 di Kabupaten Gresik resmi berakhir dengan Kecamatan Bungah kembali meraih gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Penutupan acara ini berlangsung di Islamic Center Balongpanggang dan dilakukan oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk dewan hakim, panitia, dan kafilah dari seluruh kecamatan.
“Seluruh rangkaian MTQ ke-32 berjalan dengan baik. Ini merupakan hasil kerja kolektif dan dedikasi semua pihak,” ujar Fandi pada Senin (20/4/2026).
Keberhasilan Kecamatan Bungah dalam mempertahankan gelar juara umum tidak terlepas dari dominasi mereka di berbagai cabang lomba strategis, seperti tilawah, syarhil Qur’an, karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), dan cabang seni lainnya. Prestasi ini menunjukkan kualitas pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan di kecamatan tersebut.
Camat Bungah, Muhammad Izul Muttaqin, menyatakan bahwa prestasi ini adalah hasil dari sinergi kafilah, pembina, dan dukungan masyarakat. “Ini adalah buah dari kerja keras bersama. Kami bersyukur bisa mempertahankan prestasi juara umum tiga kali berturut-turut,” katanya.
Bupati Yani menegaskan bahwa MTQ tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan instrumen pembinaan generasi Qurani yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia mendorong adanya penguatan kolaborasi pemerintah kecamatan dengan pondok pesantren, sekolah, madrasah, dan madrasah diniyah.
“Kami yakin potensi santri Gresik sangat besar. Dengan pembinaan yang terarah, kita optimistis mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga mengarahkan para juara untuk segera mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur yang direncanakan berlangsung di Tulungagung. Ajang ini dianggap sebagai panggung penting untuk mengukur daya saing kafilah Gresik di tingkat regional.
Pihak Kecamatan Bungah menyatakan siap untuk menjaga performa dan memperkuat pembinaan lanjutan, termasuk melakukan verifikasi ulang peserta terbaik serta membuka peluang bagi talenta baru. “Kami akan memastikan pembinaan berlanjut agar para juara tetap kompetitif dan siap tampil di tingkat provinsi,” ujar Izul.
Dengan capaian ini, Kabupaten Gresik tidak hanya menutup MTQ sebagai agenda seremonial, tetapi juga menegaskan komitmen dalam membangun ekosistem pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan, kompetitif, dan berorientasi prestasi.




















