Inginkan PSBB Berjalan Baik, Gubernur WH Instruksikan Tim Gabungan Tinjau Langsung ke Lapangan

  • Whatsapp
Pasar Serpong
Pasar Serpong. (Humas Pemprov Banten)

Headline.co.id (Banten) ~ Untuk memastikan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya berjalan efektif, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memberikan instruksi kepada tim gabungan yang terdiri dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Banten melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di lapangan.

Mulai dari hari pertama hingga hari ketiga penerapan PSBB, terpantau para pengguna jalan raya semakin patuh terhadap aturan hingga pasar tradisional mulai tampak normal atau tidak padat pengunjung.

Read More

baca juga: Kemenag Gelar Akademi Madrasah Digital 2020, Berikut Tata Cara Pendafatarannya! Kuota Terbatas

Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan bahwa tim gabungan OPD tersebut meliputi Dinas Perhubungan yang bertugas meninjau Check Point, Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan sidak pasar dan cek harga bahan pangan, Dinas Koperasi dan UMKM memantau pengaruh Covid-19 terhadap UMKM serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mengecek industri di wilayah Tangerang Raya.

Ia ingin memastikan semua sektor yang terkait dalam pelaksanaan PSBB ini benar-benar menerapkan aturan dengan baik. Jika masih ditemukan ada yang melanggar, maka tim agar segera menindaklanjutinya baik secara lisan maupun tindakan.

baca juga: Update Perkembangan Virus Corona di DKI Jakarta, Senin 20 April: Meningkat Jadi 3.112 Kasus

Sementara, Kadishub Provinsi Banten, Tri Nurtopo mengatakan bahwa berdasarkan hasil hasil pantauan di Stasiun Rawabuntu, physical distancing sudah dilakukan dengan diberikannya tulisan dan garis batas di lantai serta pemakaian masker oleh para petugas dan penumpang.

Sementara check point Rawabuntu dilakukan dengan pemakaian masker, pengecekan suhu tubuh (sampling), serta pemantauan physical distancing bagi pengguna mobil pribadi dan umum. Untuk tim yang terlibat diantaranya meliputi petugas Dishub, Satpol PP, Koramil dan Polres setempat. Dari pengecekan di tiga titik yaitu Gading Serpong, Exit Tol Rawabuntu dan Puspiptek, jenis pelanggaran yang masih ditemukan diantaranya pengendara motor yang tidak mengenakan sarung tangan serta berboncengan dan penumpang mobil yang masih duduk di bangku depan.

“Secara umum PSBB berjalan tertib, mulai dari pemakaian masker hingga penerapan physical distancing. Meskipun ada beberapa penumpang mobil pribadi masih duduk di bangku depan, tapi petugas check point langsung tertibkan untuk dipindahkan ke bangku belakang. Begitupun dengan pengendara motor yang masih ditemukan pengemudi motor tidak memakai sarung tangan dan berboncengan tapi berbeda alamat tujuan,”jelas Tri

baca juga: Pemerintah Mulai Salurkan Paket Bantuan Sosial bagi 1,2 Juta Keluarga Penerima Manfaat di DKI Jakarta

Sementara Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Suharso menyampaikan, dari hasil pemantauannya di sejumlah pasar tradisional wilayah Tangerang Raya, jumlah pengunjung terlihat lebih normal atau tidak terlalu padat sehingga masih bisa diterapkan physical distancing. Namun, beberapa pedagang dan pengunjung masih ditemukan tidak mengenakan masker.

“Seperti yang terjadi di Pasar Serpong, sejumlah pedagang dan pengunjung masih tidak mengenakan masker dan langsung kami tegur untuk segera mengenakan,”papar Babar

Selain itu, Babar juga menemukan adanya kenaikan harga sejumlah bahan pangan seperti beras, daging sapi, dan gula pasir. Kenaikan harga ini diprediksi karena akan memasuki bulan suci Ramadhan.

baca juga: Pastikan Berjalan Sesuai Protokol Kesehatan, Gubernur WH Tinjau Langsung KRL dan Check Point Ruas Jalan Tangerang Raya

“Tadi hasil pantauan, beras medium menjadi Rp 10.500/kg, daging sapi Rp 120.000/kg dan gula pasir Rp 18.000/kg,”ujarnya.

Kemudian, Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Alhamidi mengungkapkan bahwa pihaknya hari ini melakukan monev terhadap 25 perusahan di wilayah Tangerang Selatan seperti PT Surya Toto Indonesia, PT Pratama Indonesia, PT Indah Kiat Pulp & Paper, Bank Jasa Jakarta dan RS Buah Hati Ciputat. Sementara, untuk jumlah perusahaan di wilayah Tangerang Raya yang wajib lapor ketenagakerjaan online berjumlah 15.566 perusahaan dengan total tenaga kerja sebanyak 888.177 orang.

“Dari hasil pantauan, perusahaan-perusahaan tersebut relatif sudah tertib dan secara umum telah menerapkan sesuai protokol kesehatan dan keselamatan kerja. Seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan bilik disinfektan, memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak yakni memberlakukan sistem shift pada jam kerja dan hari libur pekerja, serta pengurangan jam kerja,”jelas Alhamidi

Sementara, lanjutnya, perusahaan dengan sektor perdagangan retail, tempat pencucian mobil dan perhotelan masih buka namun tetap melakukan protokol kesehatan. Namun untuk rumah makan sebagian besar tutup dan hanya melayani pesanan antar dengan menerapkan protokol kesehatan.

baca juga: Jokowi Tegaskan Pemerintah Tidak Tutupi Data Terkait Corona

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten Tabrani. Ia mengungkapkan bahwa dari hasil pantauannya, secara umum rumah makan dalam kondiai tutup dengan batas waktu yang belum ditentukan, namun adapula sebagian rumah makan yang tetap buka namun hanya melayani pesanan online.

“Sebagian besar sudah mengetahui dan memahami adanya pemberlakuan PSBB, termasuk penerapan protokol kesehatan dalam pelayanan pembeli,”tegas Tabrani.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *