Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Menguak Kontroversi Supersemar: Penyerahan Kekuasaan atau Penyalahgunaan Perintah?

Dwina by Dwina
2 months ago
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
419 4
A A
0
Menguak Kontroversi Supersemar: Penyerahan Kekuasaan atau Penyalahgunaan Perintah?
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jogja ~ Tepat 60 tahun yang lalu, Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dikeluarkan, menandai awal dari rezim Orde Baru di Indonesia. Hingga kini, berbagai spekulasi dan isu masih beredar di masyarakat mengenai keberadaan dan keaslian dokumen Supersemar, serta teori-teori yang belum terkonfirmasi tentang adanya unsur pemaksaan terhadap Presiden Soekarno saat itu.

Dr. Sri Margana, seorang sejarawan dari Universitas Gadjah Mada, mengungkapkan bahwa Supersemar awalnya dikeluarkan sebagai respons terhadap situasi politik yang genting pada tahun 1965. Surat tersebut berisi perintah untuk mengamankan negara, sebagaimana diakui oleh Soekarno dalam pidatonya pada 17 Agustus 1966. Dalam pidato tersebut, Soekarno berterima kasih kepada Soeharto atas pelaksanaan perintah, namun ia juga menyebutkan bahwa pelaksanaannya dinilai berlebihan. “Namun, ada catatan dia mengatakan bahwa surat perintah itu sudah kebablasan pelaksanaannya. Jadi dikiranya diinterpretasikan sebagai semacam penyerahan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto,” ujar Sri Margana pada Rabu (11/3) di Gedung Soegondo FIB UGM.

You might also like

UGM Tingkatkan Pengawasan UTBK SNBT untuk Cegah Kecurangan

UGM Tingkatkan Pengawasan UTBK SNBT untuk Cegah Kecurangan

26 April 2026
Peran Buku Digital dan Media Sosial dalam Pengembangan Literasi di Indonesia

Peran Buku Digital dan Media Sosial dalam Pengembangan Literasi di Indonesia

24 April 2026

Margana menjelaskan bahwa istilah “kebablasan” yang digunakan Soekarno merujuk pada tindakan Soeharto yang menggunakan surat tersebut untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan menangkap 15 menteri. Soekarno menganggap tindakan tersebut melampaui perintah pengamanan. “Padahal itu bukan wewenang seorang tentara untuk membubarkan partai politik. Itu wewenang Presiden. Jadi itu dianggap sebagai sebuah tindakan yang kebablasan,” jelasnya.

Akibat pelaksanaan yang berbeda dari surat perintah tersebut, PKI dilarang dan dibubarkan, yang membuat Soekarno marah dan menimbulkan kesan bahwa ia adalah simpatisan PKI. Pada saat itu, kebencian publik terhadap PKI sangat tinggi setelah peristiwa G30S/PKI, sehingga Soekarno mulai dikaitkan dengan peristiwa tersebut. Selanjutnya, pidato pertanggungjawaban Soekarno ditolak oleh MPRS yang diketuai Abdul Haris Nasution pada tahun 1967. “Nah, disitulah karena pidato pertanggungjawaban ditolak menyebabkan Soekarno harus mengakhiri masa pemerintahannya. Terjadi peralihan kekuasaan di mana Soeharto diangkat sebagai penggantinya di tahun 1968,” jelas Margana mengenai transisi dari Orde Lama ke Orde Baru.

Margana juga menyoroti kontroversi mengenai keaslian Supersemar. Di kalangan sejarawan, surat ini masih menjadi perdebatan karena naskah aslinya tidak ditemukan. Terdapat tiga versi surat yang berbeda dari Sekretariat Negara, Pusat Penerangan TNI AD, dan Yayasan Akademi Bangsa yang disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia. “Karena ketiadaan arsip asli inilah yang menimbulkan banyak sekali interpretasi, para sejarawan pun mulai menanyakan dan sampai muncul teori-teori baru bahwa pembuatan Surat Perintah 11 Maret itu ada unsur-unsur pemaksaan,” jelasnya.

Margana menambahkan bahwa hingga kini belum ada klarifikasi mengenai isu tersebut. Tidak ada bukti otentik atau pengakuan personal dari tokoh-tokoh yang terlibat, sehingga semuanya masih sebatas interpretasi. Meski demikian, Margana menekankan pentingnya peristiwa Supersemar sebagai refleksi terhadap kondisi pemerintahan saat ini. Ia mengingatkan bahwa ketidakstabilan politik dapat dimanfaatkan untuk pengambilalihan kekuasaan. “Biasanya di situasi yang chaos seperti ini akan menimbulkan pola-pola serupa yang akan dimanfaatkan untuk pengambilalihan kekuasaan dan sebagainya. Itu mungkin saja terjadi,” ujarnya.

Margana juga menekankan pentingnya pemerintah merespons suara masyarakat, intelektual, dan tokoh-tokoh agar tidak menimbulkan chaos dan hilangnya legitimasi kekuasaan. “Kalau rakyat nanti sudah benar-benar hilang kepercayaan pada negara, itu bisa menimbulkan berbagai kemungkinan seperti infiltrasi, pemanfaatan, atau keputusan-keputusan yang represif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Margana berpesan agar negara bertanggung jawab menyelesaikan problematik historiografi Supersemar untuk menghindari ketidakpastian kebenaran masa lalu. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sejarah yang benar, dan Arsip Nasional perlu bertindak lebih jauh untuk menemukan Supersemar yang asli. “Atau ada interpretasi yang lain bahwa Soeharto dalam hal ini telah memanfaatkan surat perintah itu untuk disalahgunakan demi memperoleh akses kekuasaan,” jelasnya.

Margana mengingatkan untuk membaca sejarah secara kritis dan hati-hati, terutama sejarah yang ditulis pada masa Orde Baru yang penuh rekayasa. Negara memiliki tafsir tunggal dan kuat terhadap sejarah di masa Orde Baru, sehingga perlu ditinjau ulang dan dinilai secara kritis. “Pengakuan dari Soekarno sendiri pada tanggal 17 Agustus 1966 itu dapat dijadikan sebagai titik tolak untuk meneliti ulang tentang Supersemar ini, apakah ini sebagai penyerahan kekuasaan atau perintah yang diselewengkan oleh Soeharto,” tutupnya.

Tags: Berita JogjaHeadlineJogjasuratTepat
Dwina

Dwina

Related Stories

UGM Tingkatkan Pengawasan UTBK SNBT untuk Cegah Kecurangan

UGM Tingkatkan Pengawasan UTBK SNBT untuk Cegah Kecurangan

by wahyu
26 April 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan...

Peran Buku Digital dan Media Sosial dalam Pengembangan Literasi di Indonesia

Peran Buku Digital dan Media Sosial dalam Pengembangan Literasi di Indonesia

by Ari Wibowo muhammad
24 April 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Hari Buku Sedunia yang diperingati setiap tanggal 23 April menjadi kesempatan untuk meninjau kembali kondisi literasi di...

Program MBG Hadapi Tantangan Keamanan Pangan, 33 Ribu Pelajar Alami Keracunan

Program MBG Hadapi Tantangan Keamanan Pangan, 33 Ribu Pelajar Alami Keracunan

by Dwina
24 April 2026
0

Headline.co.id, Buru ~ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintah untuk meningkatkan status gizi pelajar kini menghadapi masalah...

Tantangan Global dalam Menjaga Bumi sebagai Warisan Bersama

Tantangan Global dalam Menjaga Bumi sebagai Warisan Bersama

by Dani
24 April 2026
0

Headline.co.id, Peningkatan Suhu Bumi ~ perubahan pola cuaca ekstrem, dan meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologis menunjukkan bahwa kondisi lingkungan saat ini...

Prodi Geografi UGM Raih Peringkat Tertinggi di Indonesia dan 101-150 Dunia Menurut QS WUR 2026

Prodi Geografi UGM Raih Peringkat Tertinggi di Indonesia dan 101-150 Dunia Menurut QS WUR 2026

by Dani
24 April 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi melalui Program Studi Geografi yang berhasil meraih peringkat 101-150 dunia...

UGM dan ACU Resmikan Pusat Penelitian Kesejahteraan Manusia

UGM dan ACU Resmikan Pusat Penelitian Kesejahteraan Manusia

by Dani
24 April 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Australian Catholic University (ACU) secara resmi meluncurkan Human Flourishing Center atau Pusat...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Persita Tangerang Gemilang, Raih Kemenangan Beruntun di Kandang Lawan

“Persita Tangerang Tak Terbendung, Raih Kemenangan Beruntun di Ranah Lawan”

25 August 2024

Peserta Kartu Pra-kerja Akan Terima Duit Rp 3,55 Juta, Begini Cara Daftarnya

11 April 2020
Gempa Magnitudo 3.2 Mengguncang Bitung, Sulawesi Utara

Gempa Magnitudo 3.2 Mengguncang Bitung, Sulawesi Utara

11 November 2025
Ilustrasi gambar Sistem Informasi DAS untuk Optimalkan Pengelolaan Sumber Daya Air

Palembang Terapkan Sistem Informasi DAS untuk Optimalkan Pengelolaan Sumber Daya Air

4 November 2024
Kemkomdigi Panggil Kembali Meta dan YouTube Terkait Kepatuhan Pelindungan Anak

Kemkomdigi Panggil Kembali Meta dan YouTube Terkait Kepatuhan Pelindungan Anak

2 April 2026
Wagub Gorontalo Tekankan Pentingnya Nutrisi Ibu Hamil dan Hidup Sehat

Wagub Gorontalo Tekankan Pentingnya Nutrisi Ibu Hamil dan Hidup Sehat

27 December 2025
Pemanfaatan Cerdas Aset Daerah: Jalan Menuju PAD Jawa Timur yang Menggiurkan

Pemanfaatan Optimal Aset Daerah: Kunci Peningkatan PAD di Jawa Timur

20 August 2024

Artikel Terbaru

Viral Dugaan Kekerasan Anak, Akun Sosial Media, Google Maps, Hingga Website Daycare Little Aresha Jogja Menghilang

Daycare Little Aresha Digerebek, KPAI Sebut Kekerasan Terjadi Secara Terstruktur

26 April 2026
Netizen Soroti Sosok Sosok di Balik Daycare Little Aresha, Ketua Yayasan Tersangka, Pembina-Penasehat Bukan Orang Sembarangan

Netizen Soroti Sosok Sosok di Balik Daycare Little Aresha, Ketua Yayasan Tersangka, Pembina-Penasehat Bukan Orang Sembarangan

26 April 2026
Anggota KKB Ditangkap Satgas Damai Cartenz di Timika

Anggota KKB Ditangkap Satgas Damai Cartenz di Timika

26 April 2026
Timnas Hoki Lapangan Putri Indonesia Bidik Kemenangan Lawan Singapura di Kualifikasi Asian Games

Timnas Hoki Lapangan Putri Indonesia Bidik Kemenangan Lawan Singapura di Kualifikasi Asian Games

26 April 2026
Bonus SEA Games Bantu Karateka Leica Lubis Miliki Rumah

Bonus SEA Games Bantu Karateka Leica Lubis Miliki Rumah

26 April 2026
Pengembangan AI di Indonesia Berlandaskan Pancasila

Pengembangan AI di Indonesia Berlandaskan Pancasila

26 April 2026
UMKM Didorong Beradaptasi dengan Creative-Tech Fusion untuk Menghadapi Tantangan Global

UMKM Didorong Beradaptasi dengan Creative-Tech Fusion untuk Menghadapi Tantangan Global

26 April 2026

Popular Story

  • Daycare Little Aresha Jogja di Segel Polisi

    Siapa Pemilik Daycare Little Aresha Jogja? Struktur Organisasi Dicari, Akun Medsos Hilang

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Viral Dugaan Kekerasan Anak, Google Maps Daycare Little Aresha Jogja Diserbu Netizen dan Kini Menghilang

    892 shares
    Share 357 Tweet 223
  • Heboh Video 4 Menit 27 Detik di Pamekasan, Polisi Selidiki Pelajar SMP yang Diduga Terlibat

    1172 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Polisi Ungkap Kronologi dan Identitas Mayat Perempuan Ditemukan di Kali Ngrowo Kulon Progo

    652 shares
    Share 261 Tweet 163
  • Polisi Ungkap Detik-Detik Siswa SD Tertimpa Besi Pick Up di Gunungkidul, Korban Kritis

    708 shares
    Share 283 Tweet 177
  • Viral Dugaan Kekerasan Anak, Akun Sosial Media, Google Maps, Hingga Website Daycare Little Aresha Jogja Menghilang

    614 shares
    Share 246 Tweet 154
  • Pemerintah Mulai Tertibkan Perkebunan Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi Sumut

    1104 shares
    Share 442 Tweet 276
  • Kecelakaan Moge Vs Jupiter MX di Perempatan Mlangsen Temon, Istri pengendara Meninggal Dunia

    1800 shares
    Share 720 Tweet 450
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.