Episentrum Covid 19 Berpindah ke Amerika Serikat, Angka Kematian Lebih Dari 1000

  • Whatsapp

HeadLine.co.id, (Internasional) – Wuhan di Provinsi Hubei Tiongkok menjadi tempat virus pertama kali mewabah dan menjadi episentrum virus Corona (Covid-19). Namun, episentrum ini telah berpindah ke New York, Amerika Serikat (AS).

Di New York angka kematian karena virus Corona sudah mencapai lebih dari 1.000 orang. Bahkan Wali Kota New York, Bill de Blasio berencana menambah kapasitas rumah sakit sampai tiga kali lipat untuk mengatasi wabah ini.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Hasil Penelitian UGM Mengungkapkan Jeruk Berpotensi Cegah Virus Corona, Selengkapnya Disini!

Diperkirakan, puncak pandemi Covid 19 akan berlangsung salam 2-3 minggu ke depan.

“(Kami) akan membutuhkan tingkat kapasitas rumah sakit yang belum pernah kami lihat, bahkan tidak pernah dipahami,” ungkap Bill kepada NBC, dilansir dari AFP. Rabu (01/04/2020).

Baca juga: Ahli Kesehatan Kritik Aksi Penyemprotan Desinfektan ke Tubuh

Selusin tenda lengkap dengan 68 tempat tidur dan 10 ventilator telah terpasang di Central Park. Wilayah Big Apple ini sudah disulap untuk menampung pasien corona.

Sementara itu, Javits Convention Center telah dijadikan tempat perawatan yang bisa menampung 3.000 tempat tidur. Sedangkan di pelabuhan Pier 90, kapal rumah sakit militer USNS Comfort sudah disiapkan untuk menampung 1.000 pasien Corona lengkap dengan 12 kamar operasi.

Baca juga: BPTJ Kemenhub Rekomendasikan Pembatasan Akses Keluar dan Masuk Wilayah Jabodetabek

Gubernur Andrew Cuomo menghimbau warga bahwa perjuangan melawan virus Covid-19 ini akan berlangsung lama.

Menurut data dari Worldometers pada Rabu (1/4/2020), jumlah pasien terinfeksi corona di AS mencapai 188.530. Total yang sembuh adalah 7.251, sementara yang meninggal sebanyak 3.889.

Baca juga: Jokowi Resmi Digugat karena Dinilai Lalai Dalam Tangani Virus Corona

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *