Awas! Pasal Berlapis Menanti Para Penyebar Hoaks Wabah Corona

  • Whatsapp
Brigjen Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono memberikan keterangan pers. (Foto: Istimewa)
Brigjen Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono memberikan keterangan pers. (Foto: Istimewa)

HeadLine.co.id, (Nasional) – Melonjaknya pasien positif virus Corona di Indonesia membuat masyarakat khawatir, tidak hanya lonjakan pasien. Ternyata penyebaran informasi hoaks tentang virus Corona salah satunya di media sosial juga sedang marak.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan bahwa alasan para pelaku melakukan penyebaran disinformasi tersebut untuk membuat lelucon atau mengungkapkan ekspresi ketidakpuasan terhadap Pemerintah.

Read More

Baca juga: Pemko Medan Tutup Sejumlah Ruas Jalan untuk Cegah Penyebaran Corona, Selengkapnya Disini!

“Modus operandi para pelaku adalah iseng, bercandaan, hingga ketidakpuasan terhadap Pemerintah,” ungkap Argo di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Nantinya, para pelaku penyebar hoaks dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 45 dan 45 A UU ITE dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman 10 tahun penjara.

Baca juga: Upaya PT KAI Cegah Penyebaran Virus Corona, Mulai Dari Pembatalan Perjalanan Hingga Menghentikan Angkutan Binatang

Hingga kini, Tim Siber Bareskrim Polri terus menerus melakukan patroli keamanan siber. Bahkan kasus penyebaran hoaks yang sudah ditangani mencapai 51 kasus.

Argo juga mengimbau kepada masyarakat untuk terlebih dahulu mengecek kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Letusannya Mencapai 5.000 Meter

“Mohon agar disaring terlebih dahulu sebelum di-sharing kembali ke media sosial, seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, dan WA group sehingga tidak menjadi pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *