Heboh! Virus Baru Ditemukan di China? Simak Penjelasannya Disini

  • Whatsapp
Hantavirus menghebohkan dunia.
Setelah virus Corona, Hantavirus menghebohkan dunia.

HeadLine.co.id, (Internasional) – Belum selesai dengan Corona, sebuah virus baru dari China kembali muncul, namanya Hantavirus. Dikabarkan seorang laki-laki meninggal dunia dalam bus yang dinaikinya di Tiongkok, ia diduga terinfeksi Hantavirus.

Dikutip dari New York Post, pria yang berasal dari Provinsi Yunnan dan belum terindentifikasi ini meninggal dunia di atas bus saat berangkat ke lokasi kerjanya di wilayah Shandong, Tiongkok.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Tidak Semua Warga Bisa Ikut Rapid Test Virus Corona

Sedangkan dalam cuitan Twitter resmi Global Times. “Dia dites positif untuk Hantavirus. 32 orang lainnya dalam bus diuji,” demikian kicauan tersebut

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Penyakit, virus ini menyebar lewat tikus dan lebih mematikan dari virus Corona (COVID-19). Kabarnya Orang yang terinfeksi akan mati dalam hitungan jam saja berbeda dengam Corona yang memiliki gejala sakit pada umumnya.

Menurut para ahli kalau Hantavirus bukanlah virus baru seperti virus Corona. Cara kerja virus ini tidak menular antara manusia satu ke manusia lainnya seperti virus Corona.

Baca juga: Lima Pasien Positif Corona di Jawa Timur Dinyatakan Sembuh

“Hantavirus pertama kali muncul di tahun 1950 saat perang antara Amerika-Korea di wilayah Korea (sungai Hantan). Ini menyebar dari tikus bila manusia menelan cairan darahnya. Infeksi antara manusia ke manusia sangat jarang,” ungkap ilmuwan asal Swedia, Dr. Sumaiya Shaikh di Twitternya.

“Tidak perlu panik, kecuali ada rencana untuk makan tikus,” tambahnya.

Jenis tikus yang dapat membawa virus juga tidak sembarangan. Biasanya kasus-kasus Hantavirus jarang terjadi, dan hanya menyebar karena kontak langsung dengan urin hewan, kotoran atau air liur.

Baca juga: India Lock-Down 21 Hari, PM Modi: Demi Selamatkan India 21 Tahun Kedepan

Selain itu, menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika mengungkapkan kasus Hantavirus sangat jarang terjadi, akan tetapi memiliki tingkat kematian rata-rata sebesar 38% seperti yang dikutip dari situs New York Post.

Hantavirus sendiri dapat membuat penderita terkena sindrom paru, masalah pernapasan parah yang bisa berujung kefatalan.

Baca juga: Masa Tanggap Darurat Virus Corona, Polisi Bebaskan Denda Perpanjangan STNK dan Perpanjangan SIM

Adapun gejalanya meliputi kelelahan, demam, nyeri otot, sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut. Batuk dan sesak napas dapat terjadi kemudian.

“Selanjutnya ada demam berdarah dengan sindrom ginjal, sebagian besar penderitnya ditemukan di Eropa dan Asia, juga dapat terjadi, yang menyebabkan rasa sakit, demam, kedinginan, mual, dan penglihatan kabur” ungkap CDC.

Baca juga: Cekal Penyebaran Virus Corona, Dompet Dhuafa Pasang 1000 Unit Bilik Sterilisasi Se Jabodetabek

“Gejala yang lebih serius termasuk gagal ginjal akut.” ujarnya lagi.

Data dari CDC, sepanjang tahun 1993 hingga 2017, terkonfirmasi hanya 728 kasus Hantavirus di Amerika Serikat dan sebagian besar tidak fatal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *