by

Kebijakan Lockdown Sudah Dijelaskan Islam 1441 Tahun Lalu

HeadLine.co.id, (Nasional) – Penyebaran virus Corona yang masif dan tak terbendung bermula dari Wuhan, China desember 2019 lalu. Hal ini membuat pemerintah China melakukan lockdown di kota tersebut.

Wabah Corona ini membuat beberapa negara dan daerah tertentu juga mengeluarkan kebijakan lockdown seperti Korea Selatan, Jepang, Italia, Mongolia, Irlandia, Denmark hingga Filipina. Kebijakan ini demi mengurangi penyebaran kasus Covid 19 di negara tersebut.

Baca Juga: Italia Lockdown, Tiongkok Kirim Bantuan Cegah Virus Corona

Apa sih Bedanya Lockdown, Karantina dan Isolasi?

Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) lockdown memiliki definisi yang sama dengan isolasi. Adapun isolasi artinya pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dari manusia yang lain.

Sementara itu, karantina merupakan sebuah lokasi penampungan yang tempatnya terpencil guna mencegah terjadinya penularan penyakit dan sebagainya. Contohnya, seperti yang dilakukan pemerintah Indonesia saat menjemput pulang WNI dari Wuhan China. Mereka di karantina di Kepulauan Riau.

Sedangkan, lockdown menurut Kamus Bahasa Inggris apa?

Menurut kamus tersebut, lockdown artinya kuncian. Artinya, negara yang sedang terinfeksi virus Corona mengunci akses keluar dan masuk sebagai bentuk pengamanan ketat untuk mencegah penularan virus Corona lebih lanjut.

Baca Juga: Kota Solo KLB Corona, Berikut Penjelasan Walikota Solo!

Indikator lockdown juga dilakukan dengan adanya larangan menyelenggarakan pertemuan yang melibatkan banyak orang, penutupan sekolah dan juga tempat-tempat umum. Harapannya dengan lockdown tersebut virus yang sedang mewabah bisa berkurang bahkan berkurang dan hilang.

Didalam Islam sendiri penanganan wabah penyakit seperti lockdown sudah dijelaskan langsung oleh Nabi Muhammad Salallahu’alaihiwassallam 1441 tahun silam. Rasulullah Salallahu’alaihiwassallam bersabda, “Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada didalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari dan Muslim).

Pemerintah Indonesia belum merencanakan untuk melakukan lockdown seperti negara lain. Karena, pertimbangan pemerintah cara itu memiliki risiko yang tinggi, seperti meningkatnya jumlah kasus virus Corona.

“Meski konsekuensinya dengan lockdown bisa saja kasus di situ naik dengan cepat. Pengalaman kapal Diamond Princess begitu lockdown, naik dengan cepat jumlahnya karena nggak bisa ke mana-mana. Yang sakit dan nggak sakit campur jadi satu,” ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona, Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan, Kamis (12/3) lalu.

Comment

News Feed