oleh

Polda DIY Berikan Pendampingan Psikologis Kepada Korban Susur Sungai Sempor

HeadLine.co.id, (Sleman) – Musibah yang terjadi atas siswa Pramuka SMPN 1 Turi beberapa hari lalu menyisakan duka, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengirim timnya untuk melakukan pendampingan psikologis terhadap para siswa yang mengikuti kegiatan susur sungai dan tentunya 10 keluarga korban atas insiden tersebut.

Pos pendampingan psikologis ini langsung dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman juga melibatkan berbagai Psikolog mulai dari Tim Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Tim Psikolog Puskesmas Kabupaten Sleman dan wilayah DIY.

Baca Juga: Awas! Meletakan Batu di Rel Bisa Dipenjara Seumur Hidup Hingga Denda 2 Miliar

Bahkan, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) dan HIMPSI, Baznas Kabupaten Sleman serta para tenaga relawan psikolog dari Perguruan Tinggi, Mahasiswa Mapro dan S1 psikologi di Universitas/Perguruan Tinggi turut membantu Polda DIY dalam memberikan trauma healing.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, M.Sc., mengatakan kegiatan trauma healing oleh Polda DIY sudah sering dilakukan di setiap kejadian yang memerlukan kehadiran psikolog.

“Kegiatan ini sering kita lakukan apabila terjadi peristiwa yang memerlukan kehadiran psikolog. Apalagi peristiwa ini menimbulkan trauma yang perlu segera mendapatkan penanganan,” tuturnya.

Baca Juga: Jangan Larang Suami Mancing, Belajar Dari Sosok Kodir

Selain itu, Kabag Psikologi Biro SDM Polda DIY AKBP Sulistiyono, S.Pd., ketua tim pendampingan psikologis dari Polda DIY mengatakan timnya telah turun sejak kejadian, mendampingi keluarga korban yang ketika itu belum ditemukan.

“Kami sejak adanya kejadian, di hari Sabtu (22/2) tim psikolog dari Polda DIY telah terjun kelapangan, ke SMP N1 Turi dan Puskesmas, dan di hari Minggu (23/2) setelah ditemukannya dua korban terakhir, tim juga terjun ke RS. Bhayangkara untuk melakukan pendampingan ke keluarga korban,” ujarnya saat ditemui awak media di SMPN 1 Turi, Senin (24/2).

Rencananya, kegiatan pendampingan ini bersama tim relawan lain akan berlangsung selama empat hari kedepan, hingga Kamis 27 Februari 2020.

Komentar

News Feed