Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Pendidikan

Mahasiswa UGM Ciptakan Batako Ramah Lingkungan dari Sampah Plastik dan Oli Bekas

2578
×

Mahasiswa UGM Ciptakan Batako Ramah Lingkungan dari Sampah Plastik dan Oli Bekas

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UGM Ciptakan Inovasi Batako EnviroBlock
Mahasiswa UGM Ciptakan Inovasi Batako EnviroBlock

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Di tengah persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan inovasi yang dapat menjadi solusi. Tim mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) ini mengembangkan batako ramah lingkungan yang terbuat dari sampah plastik, oli bekas, dan abu sekam padi.

Baca juga: Truk Ugal-Ugalan di JJLS Bantul, Polisi Bertindak Cepat Amankan Pengemudi dan Kendaraan

Tim ini terdiri dari Mohammad Ridwan (Teknik Sipil dan Lingkungan), Yohanes Mario Putra Bagus (Teknik Fisika), Shafa Zahra Aulia (Kimia FMIPA), Ratri Dwiyanti (Akuntansi FEB), dan Rakha Faiq Muyassar (Teknik Industri). Mereka bekerja sama menciptakan batako yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki kualitas unggul.

Yohanes Mario Putra Bagus menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap sampah plastik yang sulit terurai. “Negara kita adalah penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Sampah ini sulit terurai sehingga perlu penanganan khusus,” kata Mario pada Senin, 8 Juli 2024 di ruang Fortakgama, UGM.

Tidak hanya sampah plastik, tim juga memilih oli bekas sebagai bahan karena merupakan limbah yang perlu penanganan khusus. Sedangkan abu sekam padi dipilih karena mengandung lebih dari 90 persen silika yang mampu meningkatkan kualitas batako serta menyerap logam berat dari oli bekas. “Senyawa silika dalam abu sekam padi mampu menyerap logam berat dari oli sehingga tetap aman,” tambah Shafa Zahra Aulia.

Baca juga: Yaga Yingde Group: Perusahaan Apa dan Bidang Apa?

Batako yang diproduksi tim ini memiliki komposisi unik dengan rasio penggunaan semen dan pasir 1:6, serta tambahan sampah plastik 25 persen, abu sekam padi 10 persen, dan oli bekas 1-3 persen. Hasilnya, batako ini tidak hanya kuat tetapi juga tahan terhadap gempa bumi karena desainnya yang dirancang khusus untuk menahan retakan dan patahan.

Produk batako ini rencananya akan dijual ke masyarakat dengan harga Rp 5.300 per buah. Saat ini, tim sudah memproduksi sekitar 120 batako per hari dan memasarkannya ke agen properti dan toko bangunan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah sampah sekaligus menyediakan bahan bangunan berkualitas tinggi.

Baca juga: Satreskrim Polresta Sleman Ungkap Kasus Kekerasan Seksual di Mlati

Dengan inovasi ini, mahasiswa UGM tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan tetapi juga membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi.

Terimakasih telah membaca Mahasiswa UGM Ciptakan Batako Ramah Lingkungan dari Sampah Plastik dan Oli Bekas semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News Headline dan ikuti berita terbaru di Chanel WA Headline.

Baca juga: Khawatir Dampak Lingkungan, Puluhan Warga Piyungan Lakukan Aksi Demo Tolak Pembangunan TPSS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *