Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
DaerahBerita

Khawatir Dampak Lingkungan, Puluhan Warga Piyungan Lakukan Aksi Demo Tolak Pembangunan TPSS

6543
×

Khawatir Dampak Lingkungan, Puluhan Warga Piyungan Lakukan Aksi Demo Tolak Pembangunan TPSS

Sebarkan artikel ini
Puluhan warga melakukan demonstrasi menolak pembangunan TPSS di Srimulyo, Piyungan, Bantul
Puluhan warga melakukan demonstrasi menolak pembangunan TPSS di Srimulyo, Piyungan, Bantul

Headline.co.id, (Bantul) ~ Puluhan warga dari Dusun Banyakan II dan III, Kalurahan Sitimulyo, Piyungan, melakukan aksi demonstrasi pada Selasa, 9 Juli 2024, untuk menolak rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di area pegunungan yang berbatasan dengan Kalurahan Srimulyo dan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul. Kekhawatiran utama mereka adalah potensi pencemaran lingkungan dan area persawahan.

Baca juga: Yaga Yingde Group: Perusahaan Apa dan Bidang Apa?

Dukuh Banyakan III, Lilik Purwoko, menyatakan bahwa aksi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya dengan Pemkab Bantul yang telah memutuskan untuk membatalkan pembangunan TPSS tersebut. Namun, pada Senin, 8 Juli, warga mendapat informasi adanya alat berat yang dikerahkan untuk mengeruk tanah di lokasi pembangunan TPSS, memicu kekhawatiran dan kemarahan warga.

“Minggu kemarin sudah ada rencana pembangunan TPSS di wilayah Srimulyo. Walaupun itu berbatasan dengan Sitimulyo, kami sudah menolak dan sebelumnya sudah mediasi dengan kesimpulan tidak akan digunakan di situ dan akan dipindah ke tempat lain,” kata Lilik di sela-sela aksi.

Baca juga: Truk Ugal-Ugalan di JJLS Bantul, Polisi Bertindak Cepat Amankan Pengemudi dan Kendaraan

Lilik menekankan bahwa meskipun lokasi TPSS berada di wilayah Kalurahan Srimulyo, dampak negatifnya akan dirasakan oleh warga Dusun Banyakan II dan III yang berada di bawah lokasi TPSS tersebut. Dia mengingatkan bahwa jika membran atau pelapis bawah TPSS bocor, limbahnya akan merusak sawah warga dan menimbulkan bau tak sedap yang terbawa angin.

“Warga pada hari ini meminta kejelasan janji yang sudah disepakati kemarin bersama warga dan menolak pembangunan TPSS. Geografisnya yang miring ke wilayah Dusun Banyakan II dan III, dikhawatirkan akan berdampak buruk jika terjadi kebocoran,” tambah Lilik.

Ia meminta Pemkab Bantul untuk mencari alternatif lokasi TPSS yang tidak berada di wilayah perbatasan antara Srimulyo dan Sitimulyo, dan lebih baik lagi jika tidak di area pegunungan, sehingga dampaknya dapat diminimalisir.

Baca juga: Jadwal Pelayanan SIM Keliling Sleman Juli 2024: Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan bahwa pembangunan TPSS dilakukan sebagai solusi sementara menghadapi situasi darurat sampah di Yogyakarta. Ia meminta warga untuk memahami kondisi ini.

“Ini adalah masa darurat yang sifatnya sementara. Kami butuh jalan keluar sementara agar sampah tidak berserakan di mana-mana,” ujar Halim.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Bantul saat ini tengah menyelesaikan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di tiga lokasi, yaitu TPST Dingkikan, TPST Modalan, dan TPST Bawuran.

Terimakasih telah membaca Khawatir Dampak Lingkungan, Puluhan Warga Piyungan Lakukan Aksi Demo Tolak Pembangunan TPSS semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News Headline dan ikuti berita terbaru di Chanel WA Headline.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Tingkatkan Pengamanan Data untuk Mitigasi Ancaman Malware

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *