Inilah Fakta Beredarnya Video Polsuska Todong Pistol Ke Anak Punk

  • Whatsapp
Foto ilustrasi anak punk
Foto ilustrasi anak punk/Net

Headline.co.id (Jakarta) ~ Sebuah video berisi adegan pengusiran seorang anak punk di atas rangkaian kereta api yang dilakukan oleh anggota Polisi Khusus Kereta Api (PolsusKa) mencuri perhatian banyak penguna media sosial.

Salah satu yang menarik perhatian adalah ketika anggota Polsuska tersebut mengeluarkan pistol sambil menyuruh anak punk tersebut untuk turun dari rangkaian kereta api.

Baca juga : Perempuan Hisap Vape di Gerbong Kereta, KAI Beri Teguran

Video yang di unggah di laman youtube dengan judul ” Viral Securiti Kereta Api Menodong Pistol Kepada Anak Punk ” tersebut memperlihatkan perselisihan antara petugas dengan beberapa orang terkait tindakannya yang akan menurunkan anak punk dengan relasi kereta Rangkasbitung-Merak.

Menangapi tentang dugaan dari netizeen tentang senjata pistol yang diduga senjata api, Humas PT Kereta Api Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, membantah jika petugas Polsuska menggunakan senjata api dalam proses penurunan paksa terhadap anak punk tersebut.

“Menanggapi video yang beredar luas di sosial media, kami klarifikasi bahwa tidak ada penodongan pistol ke penumpang KA yang dilakukan oleh petugas Polsuska,” kata Eva dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Desember 2019.

Ia menambahkan bahwa di kereta api petugas hanya membawa senjata kejut listrik (taser gun) untuk tujuan melindungi diri lantaran anak punk yang dihadapi terbilang banyak. Eva juga mengatakan bahwa senjata listrik tersebut memang biasa dibawa oleh personel Polsuska.

“Polsuska mengeluarkan senjata kejut, bukan pistol, untuk pengamanan diri, sebab jumlah rombongan tersebut cukup banyak,” kata dia.

Eva menjelaskan, peristiwa pengusiran dan penurunan paksa tersebut terjadi pada Jum’at, 8 November 2019 lalu dalam KA Lokal relasi Rangkasbitung-Merak nomor 472. Menurutnya, saat itu rombongan anak punk berjumlah 25 orang naik dari stasiun Merak dan menyebabkan beberapa penumpang lain merasa tidak nyaman.

“Berawal dari pengaduan beberapa penumpang yang merasa tidak nyaman dengan perilaku sekelompok penumpang yang berjumlah sekitar 25 orang. Dalam aduannya, mereka dianggap mengganggu ketertiban dan berjalan mondar-mandir di kereta,” kata Eva.

Petugas yang mendapat laporan dari penumpang kemudian melakukan tindakan dengan menegur rombongan tersebut secara baik-baik. Namun dalam perjalanannya, anggota Polsuska tersebut justru mendapat tindakan yang kurang mengenakan sehingga mencoba bersikap lebih tegas.

“Pada akhirnya, petugas Polsuska bertindak tegas dengan menurunkan beberapa penumpang yang membuat kegaduhan di Stasiun Karangantu. Setelah itu perjalanan KA kembali dilanjutkan,”ujar dia.

sementara saat tim Headline.co.id menelurusi kebenaran yang beredar di media sosial menemukan seorang penumpang kereta api bernama joko berusaha meluruskan kejadian tersebut bahwa anak punk tersebut sering kali mondar-mandir dari satu gerbong ke gerbong lain sehingga merasa terganggu.

“Ikut meluruskan mas bro dan mbak bro semuanya, memang saat didalam kereta anak punk tersebut mondar mandir dari satu gerbong ke gerbong lain. atas kelakuan anak punk tersebut banyak penumpang yang merasa terganggu dan tidak nyaman sehingga kami melaporkan tindakan tersebut ke petugas keamanan. namun saat petugas keamanan tersebut mencoba menegur justru tidak di gubris oleh yang bersangkutan justru malah melawan petugas hingga terjadi di video tersebut. jangan dulu berfikir negatif sebelum tau kejadian yang sesunguhnya.” Ujar Joko Santoso saat menangapi video viral tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *