Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
BeritaDaerahHukum

Kejati DIY Tetapkan 2 Lurah di Sleman Menjadi Tersangka Penyalahgunaan Tanah Kas Desa, Begini Ceritanya

2551
×

Kejati DIY Tetapkan 2 Lurah di Sleman Menjadi Tersangka Penyalahgunaan Tanah Kas Desa, Begini Ceritanya

Sebarkan artikel ini
Aspidsus Kejati DIY Muhammad Anshar Wahyuddin saat mengumumkan dua tersangka baru mafia tanah kas desa Maguwoharjo, Sleman, di Kantor Kejati DIY
Aspidsus Kejati DIY Muhammad Anshar Wahyuddin saat mengumumkan dua tersangka baru mafia tanah kas desa Maguwoharjo, Sleman, di Kantor Kejati DIY. (Foto: Adji G Rinepta/detikJogja)

Kejati DIY Tetapkan 2 Lurah di Sleman Menjadi Tersangka Penyalahgunaan Tanah Kas Desa, Begini Ceritanya ~ Headline.co.id (Sleman). Kasus mafia Tanah Kas Desa (TKD) di Sleman semakin meruncing dengan penunjukan Lurah Maguwoharjo Kasidi sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY. Kasidi, seorang pejabat desa yang seharusnya bertanggung jawab atas pengawasan TKD dan penggunaannya, kini berada dalam sorotan hukum.

Baca juga: Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan Hadiri Apel Kasatwil Untuk Kawal Pemilu 2024

Kasus ini pertama kali mencuat ketika Lurah Caturtunggal Agus Santoso ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyalahgunaan TKD di Nologaten, Caturtunggal, Sleman, pada 17 Mei 2023. Agus dituduh melakukan pembiaran terhadap kegiatan penyimpangan yang terjadi di wilayahnya.

Dalam perkembangan terbaru, Lurah Maguwoharjo Kasidi juga dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus serupa. Kedua lurah ini telah diperiksa sebagai saksi sebelum status mereka dinaikkan menjadi tersangka. Menurut Asisten Pidana Khusus Kejati DIY, Muhammad Anshar Wahyuddin, keduanya diduga telah melalaikan tugas pengawasan terhadap penggunaan TKD di desa mereka masing-masing.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara

Dalam kasus Agus Santoso, Anshar menjelaskan bahwa Agus tidak melaksanakan tugasnya untuk memastikan bahwa kegiatan PT Deztama Putri Sentosa di wilayahnya sesuai dengan peruntukannya. Penyidik mendapatkan minimal dua alat bukti yang sah, sehingga status Agus dinaikkan menjadi tersangka.

Anshar juga tidak menutup kemungkinan bahwa Agus menerima gratifikasi dari Direktur PT Deztama Putri Sentosa, Robinson Saalino, namun untuk saat ini, Agus masih dijerat dengan dugaan pembiaran.

Dalam kasus Kasidi, Lurah Maguwoharjo, dia diduga tidak melakukan upaya penghentian terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan fungsi atau kegunaan tanah kas desa dan pelungguh, meskipun mengetahui ketidaksesuaian tersebut dengan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: KORPRI Polri Polda DIY Berikan Harapan di Tengah Kekeringan Di Purwosari Gunungkidul

Anshar juga menyebut bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan gratifikasi, terutama pada Lurah Maguwoharjo Kasidi. Meskipun ada indikasi ke arah gratifikasi, pihak penyidik masih memerlukan pendalaman lebih lanjut dalam kasus ini.

Kasus-kasus ini menunjukkan kompleksitas dalam pengelolaan aset desa dan pengawasan terhadap penggunaannya. Keberadaan pejabat desa yang terlibat dalam kasus ini menyoroti pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap aturan dalam menjalankan tugas pemerintahan desa. Semua pihak diharapkan bekerja sama dengan lembaga penegak hukum untuk menegakkan keadilan dan transparansi dalam pengelolaan aset desa.

Baca juga: Masyarakat Kalurahan Giripurwo Bersatu dalam Salat Istisqa Memohon Hujan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *