Kemenag dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Sinergi Program Dakwah

Gravatar Image
Menag menerima kunjungan pembina PITI Yusuf Hamka dan jajaran pengurus
Menag menerima kunjungan pembina PITI Yusuf Hamka dan jajaran pengurus

Kemenag dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Sinergi Program Dakwah ~ Headline.co.id (Jakarta). Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini menerima silaturahmi dan audiensi pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) hasil Muktamar ke-VI. Hadir, mantan Ketua Umum PITI dua periode sekaligus pembina PITI, Jusuf Hamka.

Baca juga: Peringkat I di SMA Taruna Nusantara, Dua Siswa Asal Rembang ini Diterina di PTN Ternama

Read More

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Menag Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta. Menag mengatakan, keberadaan organisasi keagamaan PITI tidak hanya sangat strategis dan penting di Indonesia, tapi juga dunia.

“Saat ini Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia. Ke depan bisa jadi posisi ini digantikan oleh negara China karena umat muslim China juga ratusan juta jumlahnya. Oleh karena itu, keberadaan PITI menjadi sangat penting dan strategis,” ujar Menag, Senin (13/6/2022).

Baca juga: Wajah Baru Dewan Pengarah, Kepala, dan Wakil Kepala BPIP periode 2022-2027 di Lantik Jokowi

“Mari kita sinergikan program Kemenag dengan PITI. Kami sangat senang bekerja sama dengan organisasi keagamaan dan nanti akan kami rumuskan program apa saja yang bisa kita sinergikan termasuk program dakwah,” sambung Menag.

Yusuf Hamka mengatakan, PITI dideklarasikan di Jakarta pada 14 April 1961. PITI didirikan bertujuan untuk mempersatukan muslim Indonesia dengan muslim Tionghoa dan muslim Tionghoa dengan etnis Tionghoa non muslim, serta umat Islam dengan etnis Tionghoa.

Baca juga: Kemenag Rilis WA Center Haji Untuk Permudah Komunikasi Jemaah dan Masyarakat

“Untuk mewujudkan tujuan itu, PITI melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang dapat dianggap sebagai upaya mewujudkan rahmatan lillamin. Dalam pertemuan ini selain ingin mengenalkan jajaran pengurus PITI hasil Muktmar ke-VI tentunya kami ingin bersinergi dengan program dakwah Kemenag,” kata Yusuf Hamka.

Yusuf menyebut peran strategis PITI sebagai organisasi inklusif perawat pluralisme di Indonesia. Dia berharap hasil Muktamar ke-VI dapat membawa kebaikan dan persatuan umat.

Baca juga: Minimalisir Rokok Tanpa Cukai, Pemkab Lumajang ASN harus Paham Hukum tentang Cukai

“Ingat, PITI ini harus inklusif, terbuka untuk semua umat, bahkan non Tionghoa pun silahkan bergabung. Saya akan berada di depan jika ada yang mengganggu organisasi ini. PITI itu harus menjadi kebanggaan bangsa dan harus selalu taat konstitusi dan harus mendukung kebijakan pemerintah yang sah,” pesan Yusuf Hamka kepada jajaran pengurus PITI.

“Terima kasih Bapak Menteri Agama yang telah berkenan menerima kami dan bersinergi dengan berbagai program dengan PITI, khususnya dakwah dan program lainnya,” lanjut Yusuf Hamka.

Baca juga: Cara Mengobati Asam Lambung, Ini 6 Langkah Langkah Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Jajaran pengurus PITI yang beraudiensi dengan Menteri Agama siang itu di antaranya: Ketua Umum PITI Serian Wijatno, Wakil Ketua Umum I dan Ketua Harian: Deny Sanusi, Wakil Ketua Umum II, Hakim Kandow, Sekretaris Jenderal Lexyndo Hakim dan Ketua Bidang Hukum & HAM Anton Sudanto.

Tampak hadir mendampingi Menag, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Hubungan Antar Kementerian/Lembaga Mohammad Nuruzzaman, serta Kabag TU Pimpinan Sidik Sisdiyanto.

Baca juga: Inilah Gerakan Olahraga Yang Dapat Merampingkan dan Mengurangi Lemak di Kaki

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

User Review