Headline.co.id, Balangan ~ Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Balangan menerapkan fitur rekapitulasi harian otomatis untuk transaksi non-tunai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Balangan. Pembaruan sistem tersebut diperkenalkan di Paringin pada Kamis (5/11/2026) untuk mempercepat rekonsiliasi transaksi dengan rekening koran Bank Kalsel. Fitur ini menghimpun transaksi penerimaan dan pengeluaran secara otomatis sehingga bendahara satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dapat mencocokkan data keuangan setiap hari. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Balangan mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Sistem rekap transaksi non-tunai itu dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah sekaligus mengurangi risiko kesalahan pencatatan. Sebelum fitur diterapkan, pencatatan transaksi memerlukan verifikasi berlapis pada akhir periode pelaporan.
Dengan mekanisme baru, seluruh transaksi non-tunai dihimpun dalam laporan rekapitulasi harian. Data tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan mutasi pada rekening koran Bank Kalsel secara berkala, tanpa harus menunggu proses pemeriksaan pada akhir periode.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rekonsiliasi Transaksi Dilakukan Setiap Hari
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPKPAD Kabupaten Balangan, Kamrani, mengatakan fitur rekapitulasi harian membuat proses pencocokan data transaksi menjadi lebih cepat dan terukur.
“Melalui fitur rekap harian ini, proses rekonsiliasi yang sebelumnya kerap memakan waktu kini bisa dilakukan jauh lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Setiap rupiah transaksi non-tunai dapat langsung diverifikasi kesesuaiannya dengan data rekening koran bank setiap harinya,” ujar Kamrani.
Rekapitulasi otomatis tersebut mencakup transaksi non-tunai pada sisi penerimaan maupun pengeluaran. Dengan tersedianya data secara harian, bendahara SKPD dapat memeriksa kesesuaian pencatatan transaksi dengan mutasi rekening bank.
Pemeriksaan yang dilakukan secara rutin juga diharapkan dapat membantu menemukan perbedaan data lebih awal. BPKPAD menyebut penerapan sistem ini dapat meminimalkan potensi selisih pencatatan dan keterlambatan pelaporan keuangan daerah.
Dukung Transparansi dan Akurasi Keuangan Daerah
Selain mempercepat pekerjaan bendahara SKPD, pembaruan sistem tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi serta akurasi pencatatan keuangan Pemerintah Kabupaten Balangan. Data transaksi yang tersusun dalam rekap harian dapat menjadi bagian dari proses pengelolaan dan pelaporan keuangan yang lebih tertib.
Penerapan fitur ini juga diharapkan mendukung peningkatan Indeks ETPD Kabupaten Balangan. Elektronifikasi transaksi pemerintah daerah menjadi salah satu konteks penerapan sistem rekapitulasi otomatis tersebut.
BPKPAD juga mengaitkan pencatatan dan rekonsiliasi yang lebih tertib dengan kualitas penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Dengan data yang lebih akurat dan proses pencocokan yang dilakukan secara berkala, pemerintah daerah berupaya menjaga laporan keuangan agar tetap memenuhi standar akuntansi pemerintahan.
Pendampingan Operator Keuangan di Setiap SKPD
Ke depan, BPKPAD Kabupaten Balangan akan memberikan pendampingan teknis kepada operator keuangan di setiap SKPD. Pendampingan tersebut dilakukan agar fitur rekapitulasi harian transaksi non-tunai dapat dimanfaatkan secara optimal dan berjalan sesuai kebutuhan pengelolaan keuangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Balangan juga berupaya mempertahankan kualitas laporan keuangan melalui pencatatan dan rekonsiliasi yang lebih teratur. Upaya itu diarahkan untuk mendukung perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dengan sistem rekap transaksi non-tunai yang berjalan secara otomatis, proses pencocokan catatan transaksi dan rekening koran Bank Kalsel tidak lagi hanya bergantung pada verifikasi di akhir periode. BPKPAD berharap perubahan tersebut memperkuat efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Balangan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















