Headline.co.id ~ Banda Aceh — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry membuka Fakultas Kedokteran di Banda Aceh untuk memperluas pengembangan keilmuan Islam sekaligus menjawab kebutuhan Indonesia terhadap tenaga medis profesional. Gedung Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry juga telah diresmikan Wakil Menteri Agama Romo M Syafi’i. Dalam peresmian pada Kamis (5/11/2026), Wamenag menegaskan pendidikan kedokteran di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) perlu mengintegrasikan ilmu sains dan agama. Menurut dia, pendirian fakultas tersebut harus didukung karena Indonesia membutuhkan lebih banyak dokter, termasuk untuk mengabdi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry Integrasikan Sains dan Agama
Wamenag menyampaikan, pembukaan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry merupakan bagian dari pengembangan disiplin ilmu di universitas Islam. Menurut dia, pemahaman terhadap Islam tidak seharusnya dibatasi pada ilmu fikih, tauhid, ibadah, Al-Qur’an, dan hadis.
Nilai-nilai Islam, kata Wamenag, juga dapat dipahami dan diamalkan melalui berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk kedokteran. Karena itu, ilmu agama dan ilmu kedokteran tidak perlu ditempatkan sebagai dua bidang yang terpisah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Karena sesungguhnya Islam tidak membedakan bacaan tentang ayat-ayat Qauliyah maupun Kauniyah, itu sebuah ayat yang integritas. Sehingga memahami Islam tidak mesti semua ahli fikih, bisa juga ahli di bidang kedokteran,” ujar Wamenag.
Integrasi tersebut diharapkan membentuk lulusan yang memiliki kompetensi profesional sekaligus memahami nilai-nilai keislaman ketika menjalankan profesinya. Pembukaan Fakultas Kedokteran menjadi wujud perluasan cakrawala keilmuan di lingkungan UIN Ar-Raniry.
Indonesia Membutuhkan Lebih Banyak Dokter
Selain menyoroti integrasi keilmuan, Wamenag mengaitkan pendirian Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry dengan kebutuhan nasional terhadap dokter. Ia menilai proses pendirian fakultas kedokteran di lingkungan PTKI perlu mendapatkan pelayanan secara cepat.
“Upaya untuk mendirikan Fakultas Kedokteran harus dilayani cepat. Kenapa? Karena Indonesia sangat membutuhkan dokter-dokter,” ungkapnya.
Pernyataan itu menempatkan pembukaan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry bukan hanya sebagai pengembangan institusi pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya memenuhi ketersediaan tenaga medis. Kehadiran fakultas tersebut diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam menyiapkan dokter.
Wamenag berharap Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Dukungan itu mencakup penyediaan fasilitas pendukung, penguatan kapasitas pendidikan, serta alokasi beasiswa bagi putra-putri daerah dari pemerintah daerah.
Dukungan untuk Dokter di Wilayah 3T
Perhatian Wamenag juga diarahkan kepada dokter yang mengabdi di wilayah 3T. Menurut dia, dokter yang bertugas di daerah penugasan khusus memerlukan fasilitas dan insentif yang memadai agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal.
Ia menilai para dokter yang mengabdi di wilayah tersebut layak memperoleh penghormatan karena menjalankan tugas untuk melindungi kesehatan dan nyawa masyarakat. Dukungan yang diberikan juga perlu mempertimbangkan tuntutan profesi dokter yang tidak selalu mengenal batas waktu kerja.
“Jadi harus terhormat dia datang ke situ karena dia melindungi kesehatan, melindungi nyawa, Layak dia untuk mendapat fasilitas yg memadai karena dokter ini kan kalau betul-betul mengabdi, gak ada jam kerjanya,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dokter perlu disertai perhatian terhadap kondisi kerja dan dukungan bagi tenaga medis, terutama mereka yang ditempatkan di wilayah 3T.
Profesi Dokter dan Prinsip Hifz al-Nafs
Wamenag menambahkan, profesi dokter memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan manusia. Peran tersebut sejalan dengan salah satu prinsip utama syariat Islam, yakni hifz al-nafs atau perlindungan terhadap jiwa.
Dengan dibukanya Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry dan diresmikannya gedung fakultas tersebut, perguruan tinggi keagamaan Islam diharapkan dapat melahirkan dokter yang kompeten, memiliki jiwa sosial, serta berorientasi pada pengabdian kemanusiaan.
Pengembangan pendidikan kedokteran di UIN Ar-Raniry sekaligus memperlihatkan bahwa disiplin ilmu keislaman dan ilmu kedokteran dapat dikembangkan secara berdampingan. Melalui integrasi tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya menguasai kompetensi medis, tetapi juga membawa nilai-nilai keislaman dalam pengabdian kepada masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















