Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan menyelenggarakan Konvensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 11–13 November 2026. Forum ini mendorong perguruan tinggi memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional melalui riset, inovasi, transformasi digital, dan pemberdayaan masyarakat. KPPTI 2026 mengusung tema Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan dengan target menghasilkan cetak biru pengembangan perguruan tinggi hingga 2045, rekomendasi kebijakan, serta komitmen bersama. Rangkaian kegiatan tersebut ditempuh melalui konferensi, diskusi tematik, pertukaran praktik baik, dan sejumlah inisiatif strategis.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi mengatakan, KPPTI menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk berbagi pengalaman, memperluas kolaborasi, dan mengembangkan praktik baik yang dapat diterapkan guna meningkatkan mutu serta dampak pendidikan tinggi.
Dalam Taklimat Media KSTI, KPPTI, dan KTJI 2026, Senin (2/11/2026), Khairul menjelaskan, tema KPPTI 2026 menegaskan bahwa kampus tidak cukup hanya unggul dalam kegiatan akademik. Perguruan tinggi juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Berbagai kampus memiliki pengalaman dan praktik baik yang selama ini belum banyak terekspos, dibagikan, atau diakses oleh perguruan tinggi lain,” demikian substansi pemaparan Khairul mengenai pentingnya pertukaran pengalaman antarkampus.
KPPTI 2026 Lanjutkan Agenda Kolaborasi Pendidikan Tinggi
Melalui KPPTI, Kemdiktisaintek berupaya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang memungkinkan perguruan tinggi negeri, swasta, maupun kedinasan saling belajar. Pertukaran pengetahuan tersebut diharapkan mempercepat peningkatan kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan.
KPPTI pertama kali diselenggarakan pada 2025 di Surabaya. Forum tersebut menghasilkan Surabaya Message sebagai kesepakatan bersama untuk memperkuat kolaborasi di lingkungan pendidikan tinggi. Penyelenggaraan pertama juga mencatat lebih dari 100 nota kesepahaman antarinstitusi.
Selain itu, KPPTI 2025 memperkenalkan instrumen pengukuran keberdampakan perguruan tinggi yang digagas Institut Teknologi Pembangunan Surabaya melalui inisiatif Commitment to Impactful Transformation.
Pada KPPTI 2026, hasil pengukuran itu direncanakan menjadi salah satu bahan untuk memperkuat arah transformasi perguruan tinggi. Pembahasan tidak lagi berhenti pada pembangunan kesepahaman, tetapi diarahkan pada langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti setiap institusi.
Keberhasilan perguruan tinggi nantinya diharapkan tidak hanya diukur dari capaian akademik. Kontribusi dalam menghasilkan inovasi, memperluas akses pendidikan, mengembangkan ekonomi masyarakat, dan menyelesaikan persoalan pembangunan juga menjadi bagian dari ukuran keberdampakan.
Empat Subtema KPPTI 2026
KPPTI 2026 menghadirkan empat subtema yang mencerminkan tantangan dan peluang pendidikan tinggi di Indonesia. Pertama, pembangunan berkelanjutan melalui pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pembahasan mencakup kontribusi perguruan tinggi terhadap agenda pembangunan, inovasi untuk keberlanjutan, serta penguatan reputasi dan dampak global.
Kedua, teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Tema ini membahas perubahan proses pembelajaran dan asesmen pada era AI, kolaborasi manusia dengan teknologi, serta kesiapan perguruan tinggi menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Ketiga, kearifan lokal dan ekonomi kerakyatan. Perguruan tinggi akan berbagi pengalaman mengenai pengembangan pengetahuan lokal dan kontribusinya terhadap penguatan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Keempat, inklusivitas dan pendekatan humanis. Pembahasan diarahkan pada pembangunan lingkungan kampus yang inklusif, perluasan akses pendidikan tinggi bagi kelompok yang membutuhkan dukungan, serta peningkatan kesempatan belajar bagi masyarakat di wilayah tertinggal dan perbatasan.
“Keempat tema tersebut diharapkan memperlihatkan bahwa transformasi pendidikan tinggi tidak semata-mata berkaitan dengan penguasaan teknologi. Penguatan nilai kemanusiaan, pemerataan kesempatan, dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan lokal juga menjadi bagian penting dari agenda perubahan,” terangnya.
Tiga Inisiatif Strategis untuk Kampus
KPPTI 2026 juga menyiapkan tiga inisiatif strategis yang berkaitan dengan transformasi digital, pemanfaatan AI, dan penguatan layanan kesehatan pendidikan.
Inisiatif pertama ialah peluncuran Digital Maturity Index untuk perguruan tinggi. Instrumen ini digunakan untuk mengukur tingkat kematangan transformasi digital di lingkungan kampus dan menjadi dasar perencanaan serta pengembangan kapasitas digital institusi.
Kedua, Kemdiktisaintek menyiapkan kerangka panduan pemanfaatan AI dalam pendidikan tinggi. Panduan tersebut diharapkan membantu perguruan tinggi mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran dengan tetap memperhatikan etika, integritas akademik, dan kreativitas.
Ketiga, dikembangkan konsorsium rumah sakit pendidikan. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kerja sama antarrumah sakit pendidikan yang berada di lingkungan perguruan tinggi, termasuk dalam pengembangan layanan dan kapasitas pendidikan tenaga kesehatan.
“Ketiga inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ucapnya.
Diikuti 1.500 Peserta
Selain konferensi, KPPTI 2026 menghadirkan sesi pleno, diskusi tematik, pameran pendidikan tinggi, pasar seni, dan klinik layanan kementerian. Sebanyak 88 institusi atau lembaga telah terdata mengikuti pameran tersebut.
Kemdiktisaintek juga menyiapkan layanan langsung selama tiga hari penyelenggaraan. Layanan itu mencakup komunikasi publik, data dan sistem informasi, karier, kelembagaan, akreditasi, hingga pembelajaran.
Layanan di lokasi acara diharapkan memungkinkan pemangku kepentingan pendidikan tinggi memperoleh informasi dan konsultasi secara langsung, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan kelembagaan.
Rangkaian KPPTI dimulai pada 11 November dengan pembukaan yang diselaraskan dengan agenda Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Sesi pleno dan diskusi tematik akan mengisi rangkaian kegiatan sebelum ditutup dengan penguatan komitmen pada 13 November.
Kemdiktisaintek menargetkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai unsur ekosistem pendidikan tinggi. Hingga taklimat media pada 2 November, sekitar 1.300 peserta telah terdaftar.
Hasil pembahasan KPPTI 2026 akan menjadi bahan perumusan program dan kebijakan pendidikan tinggi pada masa mendatang. Keberlanjutan Surabaya Message juga menjadi bagian dari agenda tersebut. Jika KPPTI 2025 menekankan konsolidasi dan penguatan kolaborasi, penyelenggaraan 2026 diarahkan untuk memperjelas agenda transformasi serta komitmen tindak lanjut.
Kemdiktisaintek berharap gagasan, pengalaman, praktik baik, dan rekomendasi yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi langkah yang lebih terarah dan terukur. Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan semakin berperan dalam memperluas kesempatan pendidikan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan meningkatkan daya saing bangsa menuju Indonesia 2045.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















