Headline.co.id, Kediri ~ Kementerian Agama mengumumkan pemenang Best Paper pada konferensi internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (MU’TAMAD) 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jumat (30/10/2026). Muhammad Atho’illah dan Aidzil Ma’ani dari Ma’had Aly Lirboyo meraih Best Paper I atau The Best of The Best melalui karya tentang penggunaan kecerdasan buatan dalam istinbat hukum fikih. Penghargaan tersebut diberikan setelah tim reviewer menyeleksi 670 abstrak hingga menyaring sekitar 200 panelis yang mempresentasikan karya secara luring dan daring. Selain empat pemenang utama, panitia menetapkan lima penerima kategori Paper Terpilih.
Pengumuman Best Paper MU’TAMAD 2026 disampaikan Direktur Ma’had Aly pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama, Adib, yang sekaligus menutup rangkaian kegiatan konferensi internasional tersebut.
670 abstrak diseleksi bertahap
Proses penilaian karya dalam MU’TAMAD 2026 dilakukan secara bertahap. Tim reviewer terlebih dahulu menilai 670 abstrak yang masuk dari berbagai daerah dan luar negeri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 310 abstrak dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap pengiriman naskah lengkap atau full paper. Naskah-naskah itu kemudian diseleksi kembali hingga menghasilkan sekitar 200 panelis yang mempresentasikan karya mereka dalam sesi luring maupun daring.
“Kami telah mendapatkan laporan dari tim reviewer yang bekerja penuh menilai dari 670 abstrak, diringkas menjadi 310 abstrak, kemudian dari full paper diseleksi menjadi sekitar 200 panelis yang lolos dan dipresentasikan secara hybrid, hingga terpilih sejumlah nama sebagai Best Paper,” ujar Adib, Jumat (30/10/2026).
Daftar pemenang Best Paper MU’TAMAD 2026
Best Paper I atau The Best of The Best diraih Muhammad Atho’illah dan Aidzil Ma’ani dari Ma’had Aly Lirboyo. Keduanya menulis karya berjudul “Hukmu Istikhdamil Dzaka’il Ishthina’i fi Istinbathil Ahkamil Fiqhiyyah wa Hisabi Ma Yata’allaqu Biha bi Mandzurit Turatsil Islami”.
Karya tersebut membahas hukum penggunaan akal imitasi atau artificial intelligence (AI) dalam istinbat hukum fikih serta perhitungan yang berkaitan dengannya dalam perspektif turats Islam. Sebagai apresiasi, peraih peringkat pertama mendapatkan hadiah ibadah umrah dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Best Paper II diraih Ahmad Bugis Mabruri dari Pesantren Fadhlul Minallah melalui makalah berjudul “Transformative Pesantren Model Based on Adaptive Curriculum”. Peraih peringkat kedua tersebut mendapatkan apresiasi berupa uang sebesar Rp3,5 juta.
Sementara itu, Best Paper III diberikan kepada Infitahul Mawaddah dan kawan-kawan, tim peneliti dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Tim tersebut mengikuti sesi presentasi secara daring dan memperoleh apresiasi berupa uang sebesar Rp2,5 juta.
Best Paper IV diraih Muhammad Makinun Amin dari Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng. Ia menulis makalah berjudul “Konstruksi Fiqih Kerahasiaan Percakapan Digital: Batas Kewenangan Menyebarkan Informasi Perspektif Hadis Nabi”. Peraih peringkat keempat itu mendapatkan apresiasi berupa uang sebesar Rp1,5 juta.
Lima penerima kategori Paper Terpilih
Selain empat pemenang utama, tim reviewer dan panitia MU’TAMAD 2026 menetapkan lima penerima kategori Paper Terpilih.
Mereka adalah Muhammad Abror Sufyan Syafi’i dari Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta, Akhmad Zaini dari Ma’had Aly Assunniyyah Kencong, serta Dr. H. Muhammad Ulinnuha dari Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.
Dua penerima lainnya ialah Ahmad Kholili Kholil dari Ma’had Aly Lirboyo dan Fitria Roudlotul Jannah dari Ma’had Aly Munawwarah Riau.
Penetapan para pemenang tersebut menjadi bagian dari penutupan MU’TAMAD 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pada Jumat (30/10/2026).
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















