Headline.co.id, Sumenep ~ Ekonomi petani garam di Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, tetap relatif stabil pada musim kemarau panjang 2026. Kondisi itu ditopang harga garam yang mencapai Rp1.100 per kilogram, meski produksi saat ini baru sekitar dua per tiga dibandingkan 2024. Kepala Desa Pinggirpapas H. Ubaid Abdul Hayat menyampaikan kondisi tersebut pada Senin (26/10/2026). Menurut dia, produksi masih berpeluang meningkat apabila musim kemarau berlangsung sesuai prediksi BMKG hingga pertengahan Desember.
H. Ubaid mengatakan, harga garam yang masih baik membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup. Ia bersyukur tingkat penghasilan petani pada musim garam tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dari sisi harga, hingga saat ini masih relatif baik, yakni mencapai Rp1.100 per kilogram. Sehingga masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan hidup,” ujar H. Ubaid, yang juga menjabat Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Produksi Garam Belum Menyamai 2024
Di tengah kondisi ekonomi yang membaik, hasil produksi garam di Pinggirpapas belum kembali ke tingkat 2024. H. Ubaid menyebut produksi tahun ini diperkirakan baru mencapai dua per tiga dari total produksi pada 2024.
Produksi pada 2025 bahkan lebih sedikit karena musim kemarau berlangsung tidak lama. Sementara itu, pada 2026, peluang peningkatan produksi masih terbuka apabila kemarau bertahan hingga pertengahan Desember sesuai prediksi BMKG.
“Hasil produksi saat ini masih sekitar dua per tiga dari 2024, kemungkinan bisa bertambah apabila musim kemarau sesuai prediksi BMKG hingga pertengahan Desember,” jelasnya.
Dengan demikian, stabilnya ekonomi masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah produksi, tetapi juga oleh harga garam yang dinilai masih mampu menopang kebutuhan hidup petani. Perbedaan kondisi harga dan volume produksi menjadi salah satu gambaran musim garam di Desa Pinggirpapas tahun ini.
Hampir Separuh Warga Merantau
H. Ubaid mengungkapkan, membaiknya perekonomian desa tidak membuat seluruh warga bergantung pada sektor garam. Hampir separuh warga Pinggirpapas memilih merantau dan berusaha di luar kota.
Sebagian dari mereka menjalankan atau bekerja di usaha Toko Sembako Madura, terutama di wilayah Jakarta. Warga yang merantau tersebut berperan sebagai pemilik maupun penjaga toko.
“Sedangkan yang lainnya tetap memilih bertani garam, baik sebagai pekerja di PT Garam maupun di lahan milik pribadi,” ujar H. Ubaid.
Pilihan pekerjaan warga itu menunjukkan adanya pembagian mata pencaharian sektor garam di daerah dan usaha perdagangan di luar kota. Namun, bagi warga yang tetap bertani, akses terhadap lahan menjadi salah satu persoalan penting karena rata-rata masyarakat Desa Pinggirpapas tidak memiliki lahan sendiri.
Warga Hanya Menguasai Sekitar 3,5 Hektare
Menurut H. Ubaid, lahan yang dimiliki masyarakat di Desa Pinggirpapas hanya sekitar 3,5 hektare. Sebagian warga memang mempunyai lahan garam di luar desa, lain di Kecamatan Saronggi dan Pragaan.
Kepemilikan lahan warga juga tersebar hingga luar Kabupaten Sumenep, seperti Sampang dan Bangkalan, bahkan sampai wilayah Jawa. Kondisi tersebut membuat aktivitas produksi garam masyarakat tidak seluruhnya berlangsung di Desa Pinggirpapas.
Dari sisi mutu, garam rakyat yang masuk kategori KW 1 dan KW 2 masih dinilai jauh dibandingkan hasil produksi PT Garam (Persero). Perbedaan kualitas tersebut menjadi bagian lain dari kondisi yang dihadapi petani garam di wilayah tersebut.
Harapan untuk Infrastruktur
H. Ubaid berharap pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Pinggirpapas. Harapan itu secara khusus ditujukan kepada PT Garam sebagai pemilik mayoritas lahan di wilayah tersebut.
Ia menilai pembangunan infrastruktur diperlukan agar akses masyarakat menjadi lebih baik dan aktivitas warga berlangsung dengan lebih nyaman. Infrastruktur juga diharapkan mendukung masyarakat dalam menikmati potensi alam yang ada di wilayahnya.
“Harapan kami agar pembangunan infrastruktur lebih diperhatikan, agar masyarakat juga menikmati hasil dan potensi alam yang ada,” pungkasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

![[Siaran Pers] RUU Adminduk Akan Dibahas, Kemkomdigi Soroti Akses dan Keamanan Data Warga](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-ruu-adminduk-akan-dibahas-kemkomdigi-soroti-akses-dan-keamanan-data-warga.jpg)
















