Headline.co.id, Depok ~ Sebanyak 1.486.302 murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang dilaksanakan secara bertahap mulai Senin (26/10/2026). Pelaksanaan TKA 2026 berlangsung untuk mengukur capaian pembelajaran murid sekaligus menyediakan bahan evaluasi bagi sekolah. Hasil tes tersebut diharapkan membantu penguatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia, termasuk melalui pemetaan kemampuan akademik sesuai kebutuhan pembelajaran. Salah satu sekolah yang mengikuti TKA pada gelombang pertama ialah SMK Negeri 2 Kota Depok, Jawa Barat, dengan 440 peserta.
TKA 2026 Jadi Alat Ukur Capaian Pembelajaran
Dalam pendidikan kejuruan, kemampuan akademik menjadi bagian yang melengkapi keterampilan praktik sesuai bidang keahlian. Melalui TKA 2026, sekolah dapat memperoleh gambaran mengenai kemampuan murid, mengenali materi yang masih perlu diperkuat, serta menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin, mengatakan TKA berfungsi sebagai alat ukur capaian pembelajaran sekaligus sumber umpan balik bagi sekolah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Khusus untuk jenjang SMK, Kemendikdasmen menyiapkan paket-paket soal baru yang disesuaikan dengan bidang keahlian di sekolah kejuruan. Penyesuaian tersebut ditujukan agar capaian pembelajaran yang diharapkan dapat diukur secara lebih relevan.
“Ini adalah hal penting untuk memastikan bahwa capaian yang kita harapkan betul-betul bisa diukur. Selain itu, hasil dari TKA bisa menjadi masukan apa yang menjadi kekuatan murid di sekolah dan apa yang masih tertinggal serta harus dikuatkan. Selain jadi alat ukur, juga jadi feedback bagaimana pembelajaran ke depan bisa lebih baik dan fokus,” ujar Tatang, Senin (26/10/2026).
Hasil TKA kemudian diharapkan dapat digunakan sekolah untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan kebutuhan murid. Evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi tanpa mengabaikan karakteristik setiap satuan pendidikan dan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
440 Murid SMKN 2 Depok Ikuti TKA
SMK Negeri 2 Kota Depok menjadi salah satu sekolah yang melaksanakan TKA pada gelombang pertama. Pada 2026, sebanyak 440 murid sekolah tersebut mengikuti tes.
Kepala SMKN 2 Depok, Yudhiansyah, mengatakan pihak sekolah telah menyosialisasikan pelaksanaan TKA kepada murid dan orang tua sejak awal. Sekolah juga memberikan pendampingan dan mengoptimalkan sarana serta prasarana agar pelaksanaan tes berjalan lancar.
Menurut Yudhiansyah, hasil TKA 2026 dapat membantu sekolah melihat aspek pembelajaran yang masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, nilai tes tidak hanya menjadi hasil yang diterima murid, tetapi juga dapat digunakan untuk mengevaluasi proses pembelajaran di sekolah.
“Kita sudah mengoptimalkan mulai dari sarana prasarana. Hasil dari TKA tentu memiliki manfaat baik bagi murid sendiri maupun untuk sekolah. Bagi sekolah, nilai TKA bisa menjadi bahan evaluasi pembelajaran, sehingga kita bisa tahu apa saja yang perlu diperbaiki ke depan,” kata Yudhiansyah.
Bagi sekolah, pemanfaatan hasil TKA menjadi salah satu cara untuk mengenali kekuatan dan kebutuhan pengembangan murid. Informasi tersebut dapat menjadi bahan dalam menentukan pembelajaran yang lebih terarah serta memperkuat materi yang masih belum dikuasai.
Persiapan Murid dan Tantangan Mata Pelajaran Wajib
TKA juga menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenali kemampuan akademik dan mengevaluasi kesiapan diri dalam melanjutkan pendidikan. Dengan mengikuti tes, murid dapat melihat materi yang telah dikuasai maupun bagian yang masih perlu diperdalam.
Hal tersebut dirasakan Khansa Ghaisani Minhalina, murid kelas XII SMKN 2 Depok. Ia mengaku mempersiapkan diri sekitar satu bulan sebelum mengikuti TKA 2026.
Khansa merasa lega karena soal yang dihadapi tidak sesulit yang sebelumnya dibayangkan. Namun, ia mengatakan perlu berusaha lebih keras saat mengerjakan mata pelajaran wajib, terutama Matematika. Kondisi itu berkaitan dengan kesehariannya sebagai murid SMK yang banyak mengikuti kegiatan praktik.
“Sangat senang meskipun kami perlu berlari apalagi untuk mata pelajaran wajib seperti Matematika karena sebagaimana diketahui, kami banyak praktik dan ternyata soalnya tidak sesulit itu. Ini sangat berguna, apalagi buat saya yang dari awal memang berencana melanjutkan ke perguruan tinggi,” tutur Khansa.
Bagi Khansa, TKA bukan hanya berfungsi untuk mengukur kemampuan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia pun meminta teman-temannya yang belum mengikuti tes agar mempersiapkan diri dengan tenang, membaca materi, dan memperbanyak latihan soal.
“Buat teman-teman yang belum ujian, tetap tenang, banyak baca materi, dan latihan karena ternyata TKA tidak sesulit itu,” pesannya.
Pelaksanaan TKA 2026 di jenjang SMK diharapkan menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi murid dan sekolah. Apabila digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran, hasil tes dapat membantu satuan pendidikan mengenali kekuatan serta kebutuhan pengembangan murid, sehingga peningkatan mutu pendidikan vokasi berlangsung lebih terarah dan berkelanjutan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















